Nonton Sirkus…

- Sirkus Oriental – BSD
Mendengar ada Circus Coming To Town dari teman kantor, saya langsung cari info lengkapnya di internet. Didapatlah info ternyata ada pertunjukan Sirkus Oriental di Bumi Serpong Damai (BSD). Wah, pasti anak saya senang nih kalau bisa nonton Sirkus. Selain buat kesenangan, juga untuk menambah wawasan serta membuka jendela imajinasinya…
Sirkus yang kami tonton malam tersebut menampilkan mulai dari atraksi binatang (gajah, harimau, anjing, simpanse), dan akrobat oleh para pemain sirkus yang cukup terlatih. Ternyata mereka adalah dari Taman Safari Group.
Silakan dinikmati beberapa hasil jepretan yang berhasil saya ambil, di antara keterbatasan tempat – ruang – dan cahaya. Tempat duduk saya setengah tertutup tiang dan spacenya cukup sempit, sementara tidak memungkinkan untuk berpindah-pindah lokasi mencari berbagai spot motret. Cahaya agak kurang memadai untuk sebuah show, makanya saya berkali-kali tukar lensa untuk setiap atraksi mensiasati panjang fokus / focal length dan apperture lensa untuk mengakomodasi minimnya cahaya di beberapa show yang low light.
Monggo dipun pirsani…
Silakan dilihat-lihat dan dinikmati…
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Flying Ballet 01
Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi…
tenggelam dalam lautan emosi…
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Flying Ballet 02
Kolaborasi pasangan Flying Ballet, kombinasi kekuatan – kelenturan – keharmonisan.
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Flying Ballet 03
Komentar anak saya yang cukup mengejutkan, “Yang flying ballet ROMANTIS banget”.
Gubrak!!! 7 years old girl talking about ROMANTIS… Oh my…
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Badut
Badut & Gorilla…
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Akrobat
Akrobat tangga manusia, satu orang bisa naik tinggi berkat orang dibawahnya.
Mengingatkan saya untuk kembali ingat orang-orang yang mendukung saya hingga saya bisa seperti sekarang ini.
.

- Sirkus Oriental Taman Safari – Manusia Lilin
Kekuatan dan kelenturan, menjadikan sebuah keindahan…
.
Memang, dibandingkan dengan pertunjukan yang pernah saya lihat di China… sirkus kali ini bisa dibilang masih “mentah”. Masih hangat di benak saya keindahan yang disuguhkan di depan mata saya waktu melihat show di China. Dari mulai persiapan, kematangan teknik, kesalahan-kesalahan kecil, penanganan kostum, pencahayaan, penataan panggung, masih terasa adanya jurang perbedaan antara keduanya.
Sebagai perbandingan, berikut ini hasil jepretan yang saya dapatkan di China. Untuk mendapatkan hasil foto berikut ini bisa dikatakan effort saya lebih mudah karena lokasinya lebih nyaman dan pencahayaan lebih baik.
Sekali lagi, silakan dinikmati…

China Shenzhen Show - 01
Kostum gemerlap, laser teknologi tinggi, lighting yang ciamik…
.

China Shenzhen Show - 02
Salah satu wanita terpilih dari miliaran rakyat China untuk ditonton wisatawan mancanegara…
.
Untuk urusan memanjakan mata dan jiwa, barangkali kita memang masih harus menuntut ilmu sampai ke negeri China.
Salam damai…
Aku kangen…

Bermain bola di Candi Boko...
Sejuknya hembus angin
Telah redakan
Segala amarah dalam hatimu
Terkadang kau sendiri tak mengerti
Begitu mudah engkau kecewa
Oh..dan ini seringkali terjadi
setiap harapanmu tak terpenuhi
Kau coba menyendiri dan membisu
Tuk memahami isi jiwamu
Lalu tercipta sebuah lagu merdu
Tempat curahan segala resah
Dan kau ceritakan pada dunia
Oh..tentang harapan dan angan-anganmu
Oh..aku ingin dapat bebas lepas
Aku ingin senantiasa merasa bahagia
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang peduli
Oh..aku ingin dapat mengungkapkan
Segala yang kurasakan dalam hati ini
Aku ingin dapat terbang jauh
Bila tiada yang mengerti
Aku Ingin – by Indra Lesmana
…
Sudah lama kaki ini tidak memainkan sebentuk bola bundar yang menyihir seluruh dunia. Kawan-kawan makin sibuk dengan kehidupannya masing-masing, demikian juga saya. Hanya untuk sekedar meluangkan waktu 2 jam bersamapun sudah cukup sulit, apalagi jarak menjadi semakin jauh rasanya di kota Jakarta ini. Ketika dulu jarak dalam kota hanya dalam hitungan 30 menit, barangkali sekarang 1 jam sudah merupakan pencapaian yang hebat untuk melintas kota Jakarta.
Masih lekat dalam ingatan, bagaimana nikmatnya meliuk menggiring bola melewati lawan bagaikan Kaka… menendang ke sudut tiang jauh gawang lawan serasa Ronaldinho… dan akhirnya dengan berpeluh keringat dan tertawa bahagia terbaring puas di lapangan rumput sekitaran Mega Kuningan tercinta (kini sudah dipenuhi gedung pencakar langit).
Menjadi wajar rasanya apabila yang namanya Playstation, Wii, PC game, menjadi ajang manusia sekarang untuk menyalurkan energi dan imajinasinya.
Begitu sulitkah untuk bermain, berkeringat, hidup sehat, dan menghirup udara segar di Jakarta kita tercinta?
Ataukah barangkali saya harus ke daerah untuk menikmati salah satu unsur kebahagiaan dalam hidup tersebut? Ah, tapi saya rasa di kota-kota lainpun trend yang serupa mulai menjangkiti. Komersialisme tatanan kota sedikit banyak mengesampingkan kebutuhan-kebutuhan non materiil.
Ah, betapa mahalnya kenyamanan anak-anak di Candi Boko dalam foto saya tersebut. Di mana lagi bisa dinikmati, segarnya udara pagi di tengah lapangan rumput, bermain bola dengan latar belakang salah satu bangunan bersejarah? Hidup memang indah…
Salam damai…
You are what you drive…
Siang tadi, selepas makan siang dan ketika berjalan kaki memasuki halaman kantor saya sempat berhenti sebentar di sebelah palang pintu untuk kendaraan bermotor. Apakah yang membuat saya berhenti? Ceritanya begini…
Di depan penjaga pintu, ada 1 buah mobil dan 2 buah motor. Dalam rangka pengamanan ekstra ketat setelah kejadian yang menyedihkan lalu yaitu Bom di Mega Kuningan, maka dilakukanlah pemeriksaan terhadap 1 mobil dan 2 motor tersebut. Sang mobil tentunya memakan waktu lebih lama untuk diperiksa. Jadilah 2 pengendara motor lebih cepat selesai diperiksa, dan mobil masih diperiksa dengan seksama.
Apa yang terjadi kemudianlah yang membuat saya mengernyitkan dahi. Sang penjaga pintu masih memberhentikan 2 motor tersebut dan belum mau membuka palang pintu, karena masih menunggu mobil selesai diperiksa. Sementara kedua motor tersebut sudah siap untuk meluncur memasuki pelataran parkir. Kenapa juga 2 motor tersebut harus menunggu mobil selesai diperiksa? Apa urusannya? Teman bukan keluarga bukan… Aneh betul…
Saya jadi teringat masa-masa ketika saya masih suka naik motor ke kantor, memang ada sedikit diskriminasi yang dirasakan. Paling tidak ketika saya naik mobil, para petugas pintu lebih sopan dibandingkan ketika menghadapi saya di balik helm.
Mungkin hal-hal inilah yang membuat ada pepatah, “YOU ARE WHAT YOU DRIVE”.

YOU ARE WHAT YOU DRIVE
Semoga saya bisa selalu ingat untuk tidak melihat orang dari asesorisnya, tapi tetap memandang setara semua manusia.
Mudah-mudahan hati saya bisa tetap memandang sama antara pembantu saya dan direktur saya, penjual kaki lima yang naik sepeda dan pengemudi mercedes benz S series, sang pendosa dan sang ulama…
Salam damai…
TOP 10 – BIGGEST COMPANIES IN THE WORLD
And the world’s 10 biggest companies are…
- Royal Dutch Shell
- Exxon Mobil
- Wal-Mart Stores
- BP
- Chevron
- Total
- ConocoPhillips
- ING Group
- Sinopec
- Toyota Motor
Sekilas informasi untuk sang peringkat pertama –> Royal Dutch Shell: mempekerjakan 102 ribu karyawan di seluruh dunia; mencetak pendapatan lebih dari 458 miliar dollar US, dengan laba sebesar lebih dari 26 miliar dollar US. Well, lebih dari 250 TRILIUN RUPIAH BERSIH masuk ke pundi-pundi pemilik Royal Dutch Shell dalam satu tahun berlalu ini saja. Hebat…
By the way, sadarkah Anda bahwa dari 10 perusahaan terbesar tersebut di atas ada 7 perusahaan pertambangan?
Sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya untuk para pekerja di mining / oil companies yang sudah mendarmabaktikan seluruh kepintaran dan keringatnya bagi perusahaan, tapi dalam kasus di mana sebuah perusahaan bisa menjadi besar “hanya” dengan mengeruk kandungan bumi – saya kok tidak terlalu kagum atau salut ya…
Salahkah pendapat saya?
Salam damai…
Setujukah hukuman mati???

Wanted
…
Minggu ini, film di HBO ada WANTED (dibintangi Angelina Jolie dan Morgan Freeman).
Bagi penggemar action, film ini cukup memuaskan selera dar-der-dor sertaberbagai aksi individu. Tidak tanggung-tanggung, sampai bagaimana caranya membelokkan laju pelurupun digambarkan di film tersebut. Belum lagi menembak dari jarak sekian kilometer, berawal dari sebuah kamar apartemen, melewati jendela kereta yang melaju, berbelok-belok, hingga mengenai sasaran di atap gedung.
Bagi penggemar Angelina Jolie, no comment deh….
Bagi saya sendiri, film tersebut cukup meninggalkan kesan tentang penghakiman di dunia.
THE FRATERNITY – a society of assassins, begitulah sebuah kelompok dari para pembunuh profesional menamakan dirinya. Dipimpin oleh SLOAN, kelompok tersebut mengandalkan kode dari mesin tenun untuk menentukan target / obyek yang harus dibunuh. Kelompok tersebut percaya bahwa target yang muncul namanya adalah memang orang jahat yang layak dihilangkan keberadaannya dari muka bumi, demi masyarakat banyak.

ini lho yang namanya SLOAN
OK kita lupakan saja masalah mesin tenun, peluru yang berbelok, dan kita kesampingkan dulu lekukan tubuh Angelina Jolie. Paling tidak, adanya prinsip membunuh orang jahat adalah satu hal yang cukup layak untuk direnungi lebih dalam.
Coba saya tulis dulu hal-hal apa saja yang membuat “pembunuhan” orang jahat itu layak dilaksanakan. Paling tidak ada 5 hal yang saya indikasikan sebagai faktor pro – “hukum mati”.
- Untuk menghentikan potensi kejahatan selanjutnya (contoh: untuk teroris atau tukang bom yang dikutuk berbagai pihak di dalam maupun luar negeri, hukuman mati pantas untuk mencegah dia melakukan kejahatan-kejahatan selanjutnya).
- Untuk memberi shock theraphy bagi masyarakat (contoh: untuk pengedar narkoba yang sangat besar potensinya untuk merusak masa depan generasi penerus bangsa).
- Untuk penegakan hukum dan kebenaran (ketegasan, itu merupakan hal yang diimpikan banyak orang untuk melawan kejahatan).
- Untuk mengeliminasi orang jahat, sehingga tinggal orang baik yang ada di muka bumi (perumpamaannya adalah pada saat terjadi kebakaran hutan, maka pohon yang sudah terbakar sebagian harus ditebang… bahkan pohon di sekelilingnya juga ditebang demi menjaga supaya kebakaran tidak meluas).
- Untuk memberikan rasa keadilan bagi sang korban / keluarga korban (contoh: kasus pembunuhan atau pemerkosaan, bayangkan apabila seorang ayah dibunuh secara sadis hingga keluarganya merana tanpa pendapatan… atau anak gadis Anda diperkosa secara kejam… hukuman apakah yang Anda nilai pantas sebagai ganjaran bagi sang durjana tersebut?).
Nah, mempertimbangkan (paling tidak) kelima hal tersebut di atas, sepertinya hukuman mati merupakan satu hal yang layak dilakukan demi menuju peradaban manusia yang lebih baik.

Peta negara-negara yang mempraktekkan hukuman mati
Sudah puas mencari justifikasi untuk mendukung hukuman mati? Sekarang saya coba berbalik menempatkan diri di sisi lain dari hal ini, yaitu hal-hal apa saja yang membuat hukuman mati itu tidak layak dipraktekkan. Coba saya pikir-pikir dulu, apa ya…
- Sisi kemanusiaan, tega nggak sih Anda mengakhiri riwayat hidup seseorang seburuk dan sebejat apapun orang tersebut? Contoh ekstrimnya, kalau anak Anda kebetulan (atau kesalahan ya?
) menjadi seorang pembunuh atau pemerkosa… apakah menurut Anda dia layak dijatuhi hukuman mati? Ataukah Anda akan berusaha membawa dia kembali ke jalan yang benar? - Pertobatan, tidak bisakah seseorang diberi kesempatan untuk bertobat? Ataukah kesempatan itu hanya bisa dia dapatkan di kehidupan selanjutnya barangkali (kalau semisal Anda percaya dengan konsep reinkarnasi)… seperti lagunya Virgin, “Tuhan berilah aku hidup satu kali lagi…”.
- Hak membunuh. Sebagai sesama mahluk Tuhan yang setara (di hadapan Tuhan, polisi – pembunuh – hakim – pendeta – ulama – politikus itu semua setara kan ya?), apakah kita punya hak untuk menghabisi sesama kita? Mahatma Gandhi pernah bicara, “HATE THE SIN, LOVE THE SINNER”.
- Apakah diperbolehkan sama Tuhan? Nah ini pertanyaan yang suangat sangat buerat untuk dijawab… kalau sudah bawa-bawa nama Tuhan, baiknya kita langsung tanyakan sama Tuhan. Masalahnya, bagaimana caranya kita bertanya langsung pada Tuhan? Kebetulan di dunia ini sudah hadir yang namanya agama, di mana sebagian besar kita mempercayainya sebagai media antara kita dengan Tuhan. Tapi, saya sendiri jadi agak sedikit bingung nih ketika agama-agama yang ada sepertinya tidak ada kata sepakat tentang hukuman mati ini. Nah lho, bingung sendiri deh…
Sampai di sini saya sendiri tidak paham kok tulisan saya ini jadi serius banget begini ya, padahal awalnya diawali dengan pesona lekukan tubuh si Angelina Jolie yang aduhai… mari kita nikmati sekali lagi karunia Tuhan ini (saya kecilkan saja ya supaya lebih sopan, he he he…)

Angelina Jolie coy...
Sudah segar kembali? Nah kembali ke topik (sok) serius tadi, saya yakin kita semua sudah sama-sama paham bahwa masalah hukuman mati ini bukanlah perkara yang mudah untuk diputuskan. Ini merupakan keputusan yang (harusnya) sangat… sangat sulit untuk dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk menghukum mati seseorang.
Saya tidak mencoba sok tahu dan sok pintar untuk menetapkan bahwa hukuman mati itu layak atau tidak, tapi paling tidak sampai saat ini saya belum berani mengambil keputusan untuk menyetujui hukuman mati seseorang. Saya agak takjub (sedikit heran), kalau ada orang yang dengan segera berteriak “Hukum mati saja” ketika mendapati kasus kejahatan di media. Waduh, jangan semudah itu deh menyetujui pengambilan nyawa sesama kita… kita berbicara masalah NYAWA coy!!!
Sebagai informasi tambahan, ending dari film WANTED tersebut adalah hancurnya The Fraternity beserta matinya para assassin tersebut. Ternyata target yang harus dihabisi adalah si SLOAN itu sendiri…
Supaya tidak terlalu serius, enaknya mencatut pabrik kata-kata favorit saya JOGER,
“Anda tidak suka sama seseorang? Tidak perlu Anda bunuh, karena kalau memang sudah ajalnya maka dia akan mati sendiri tanpa perlu kita bunuh…”
Salam damai…






