.
Kadang saya berpikir, apa yang ada di benak mahluk selain kita manusia ya?
Adakah mereka berpikir seperti adanya kita manusia…
Adakah mereka memiliki rasa…
Adakah mereka memiliki hati…
Apakah mereka memiliki nalar dan akal budi…
Adakah mereka merasakan benci…
Adakah mereka menyimpan dendam…
.
.
.
Melihat sang Kijang yang penuh kelembutan dan keserasian gerak lompatannya,
adakah gerangan dia memiliki tata nilai keindahan untuk mengiringi setiap gerak langkahnya…
Sementara kita yang mengaku manusia dengan giat makin memperburuk dunia yang indah ini.
.
.
.
Menikmati keheningan sang Flamingo memamerkan kelembutan bulunya,
mengingatkan kita untuk tidak terlalu banyak bicara lantang untuk menonjolkan diri.
.
.
.
Melihat dari jauh sang Komodo yang auranya menebarkan ancaman,
adakah dia menerkam demi kelangsungan hidup semata atau demi besarnya ego…
Memancing kita untuk refleksi akan segala kompetisi kita memperebutkan “dunia”.
.
.
.
Menikmati pemandangan indah dari besarnya paruh dan tembolok sang Rangkong,
membuat saya tersadar bahwa segala kelebihan dan kekuatan yang diberikan kepada kita
hendaknya membuat orang lain bahagia, bukan menjadi terancam ataupun takut.
.
.
.
Sungguh menakjubkan tingginya sang Lumba-lumba melompat meraih bola di Gelanggang Samudera,
kembali memberi semangat bagi kita yang kadang merasa lelah berjuang
dengan segala kerumitan dunia dan keterbatasan manusia.
.
.
.
Begitu meriah warna-warni mencolok bulu sang Kakatua di pulau Bali,
mereka tidak saling merusak justru saling sinergi membentuk keindahan yang utuh.
Menginspirasi kita untuk menjaga keunikan kita masing-masing…
Tanpa niatan untuk membuat orang lain harus sama dengan kita…
Tanpa pretensi negatif terhadap orang yang lain “warna”nya dengan kita…
Tetap hidup berdampingan dalam harmoni,
demi dunia yang indah ini.
.
.
.
Karena tanpa kesadaran akan itu semua, apalah bedanya kita manusia dengan mereka…
Salam damai.












