Tag

, , , , , , , ,

Saya yakin sudah banyak dari kita yang nonton The Godfather. Salah satu masterpiece-nya Coppola di dua dasawarsa lalu.

Satu adegan yang mau saya sharing di sini adalah adegan di mana Vito Corleone (Marlon Brando) dan anaknya, Michael Corleone (Al Pacino muda) sedang duduk-duduk di taman. Saat itu adalah masa transisi kepemimpinan dari Vito ke Michael.

Berbagai nasihat diberikan Vito ke Michael, tak lupa dia turut menyesalkan kenapa harus Michael yang meneruskan bisnis kotornya.  Seperti ini tepatnya:

I never wanted this for you. I work my whole life–I don’t apologize–to take care of my family, and I refused to be a fool, dancing on the string held by all those big shots. I don’t apologize–that’s my life–but I thought that, that when it was your time, that you would be the one to hold the string. Senator Corleone; Governor Corleone.

Berat banget beban seorang ayah yang sudah bergelimang dosa, demi keluarganya… Dia tahu apa yang dilakukannya sepanjang perjuangan hidupnya bukanlah sesuatu yang suci. Tetapi dia tidak menyesal melakukannya, dia melakukan itu semua demi keluarganya. Tentu saja harapannya, Michael bisa menjadi orang yang lebih baik dibandingkan dia – Senator, Gubernur, dll. Cukuplah dia yang bergelimang dosa, tetapi keluarganya bersih.

Dalam kerangka hukum negara, sosial, dan norma-norma yang ada sudah pasti semua setuju, yang namanya Godfather, Mafia, Preman, itu sudah pasti BEJAT!

Sekarang, apakah seseorang bisa dicap bejat manakalanya dia rela mengorbankan dirinya, bahkan akhiratnya, demi kemuliaan keluarganya. Ahhhh…. entahlah…

Saya yakin orang-orang yang kita cap preman dll itu tahu apa yang mereka perbuat itu salah. Tetapi kita saya belum tahu kenapa mereka tetap melakukan semua itu… semoga kalaupun mereka melakukannya, itu semua atas nama keterpaksaan – ketidakberdayaan – dan keinginan untuk memuliakan keluarganya demi membuat generasi berikutnya di dunia ini lebih baik.

Salam damai…