Tag

, , , , , , ,

img_6941

Stunningly beautiful isn’t she?… Cantik buanget ya…🙂

img_7035

Here comes another magnificent beauty… Ck ck ck… cuantiknya…🙂

Sore menjelang malam itu saya ibarat menikmati peragaan busana dari berbagai suku yang ada di China, diperagakan oleh para model dan penari yang penampilannya sungguh luar biasa dan memanjakan mata. Betapa dalam 1 jam acara tersebut dibukakan mata saya tentang keberagaman dan luhurnya kebudayaan China, serta “indahnya” para penarinya.

Menurut guide saya di Shenzhen, para penari di Splendid World of China ini terpilih dari seluruh negeri China untuk menjadi penari di sini (bayangkan, terpilih dari 1 milyar lebih warga China). Mereka bisa dikatakan terjamin masa depannya, boleh memilih universitas yang diinginkan, serta mendapatkan apartemen pemerintah (hak guna bangunan selama 70 tahun) yang nilainya barangkali mencapai lebih dari 1 miliar rupiah. Memang harga properti sedang menggila di Shenzhen.

Di sisi lain dari kehidupan para penari tersebut, mereka hanya libur selama beberapa jam dalam seminggu. Setelah usai masa mereka menjadi penari (kalau tidak salah ingat 2 tahun), mereka tidak diperkenankan tinggal di luar negeri. Paspor mereka dibatasi. Sepertinya pemerintah China ingin mempertahankan mereka untuk tetap berada di sana, entah untuk mengurangi risiko transfer knowledge, ataukah mereka dianggap aset bangsa yang harus dipertahankan.

Saya sendiri belum 100% yakin dengan semua yang dituturkan guide saya, tetapi andaikata semua itu benar… maka saya menjadi mempertanyakan kebaikan dari kebijakan itu. Sebuah “pemaksaan” atas nama kebaikan, baikkah itu???

Sebagai negara yang baru belajar dan sedang euforia dengan yang namanya demokrasi dan kebebasan, rasanya kita masih agak alergi dengan yang namanya diatur-atur atau dipaksa-paksa. Coba saja lihat bagaimana “kebebasan” yang didapatkan dari sebuah taman di kawasan Shatin Hongkong ini… mudah-mudahan terbaca ya.

img_7577a

No cycling, no ballgames, no skateboarding, no dogs allowed, and yet they call it PARK!!!

Wong Taman kok nggak boleh buat naik sepeda, main bola, skateboard, dan jalan sama anjing. Aturan taman macam apa ini… Selidik punya selidik, ternyata ini lho “positioning” dari taman ini:

img_7579a

Ternyata memang taman ini diposisikan khusus bagi para senior citizen alias lansia. Banyak ditemui para senior citizen sedang berolahraga, jalan kaki, tai chi, maupun sekedar bercengkerama di bangku taman. Bisa dibayangkan apabila di taman yang diperuntukkan bagi mereka ini diperbolehkan orang atau anak muda naik sepeda, skateboard, atau main bola. Betapa kisruh dan berbahayanya…

Aturan… memang pada dasarnya dibuat atas sesuatu alasan dan tujuan yang tentunya baik. Kadang sebagian orang memandang aturan sebagai pembatasan atau pengekangan tanpa meneliti terlebih dahulu alasan kenapa dibuat aturan seperti itu.

Mudah-mudahan dengan semakin luasnya wawasan kita dan makin lancarnya komunikasi publik, kita lebih bisa memahami kenapa dibuat aturan ini dan itu. Dengan demikian kita akan bisa lebih tulus dalam menjalani aturan itu demi dunia yang lebih baik.

Ingin punya Indonesia yang rapi seperti Singapura atau Hongkong? Ingin punya Jakarta yang modern tetapi tetap hijau? Ingin punya kota yang mudah transportasinya tanpa asap?

Percayalah, adanya aturan yang ditaati masih jauh lebih baik daripada tidak ada aturan sama sekali. Kebebasan yang tanpa arah merupakan jalan tol menuju kehancuran bersama

Salam damai…