Tag

, , , , , , , , , ,

Musim hujan telah tiba… Siap-siap payung, jas hujan, bermacet-macet, banjir, jemuran lama banget keringnya, genteng bocor, jalanan licin, dan lain-lain…🙂 Tapi musim hujan ini juga jadi berkah buat petani dan ojek payung.

Kemarin sore, waktu pulang kerja lagi macet-macet di bawah derasnya hujan tiba-tiba pikiran kembali melayang ke suatu periode waktu sekitar 6 tahun yang lalu. Dalam satu periode di saat itu, keluarga kami masih kontrak rumah di sekitar Duren Sawit baru. Kendaraan yang kami punyai adalah sebuah motor Suzuki Tornado. Dengan motor kesayangan itulah saya pulang pergi kantor dan jemput istri dari kantornya. Walau saat ini sudah berusia 5 tahun lebih, masih bisa menghantarkan raga saya dalam kecepatan > 110 km per jam. Dengan motor itu jugalah saya berkesempatan merasakan rasa syukur mendalam terhadap helm full face saya yang telah menyelamatkan sebentuk dagu dan mulut saya dari terjangan aspal akibat senggolan sama mobil. He he he…

Sekitar 1 tahun setelah saya bergumul di kota Jakarta dengan Tornado kesayangan, puji Tuhan… terbelilah sebentuk mobil sedan yang kemudian nangkring di garasi rumah kontrakan kami. Rasa lega terbersit di hati kami, akhirnya punya mobil juga. Barangkali rasa syukur kami membeli mobil bekas itu lebih besar daripada rasa syukur para konglomerat yang membeli jaguar baru🙂

Ada satu hal yang agak “merugikan” dengan hadirnya mobil di garasi kami. Entah kenapa, tetangga depan rumah yang tadinya sering memberi makanan entah itu kue atau martabak tidak pernah lagi mengantar “upeti” semacam itu lagi sejak ada mobil di garasi kami. Jangan-jangan terus gara-gara kami punya mobil terus dipikir kaya dan tidak layak diantari makanan. Weee… dibilang miskin nggak mau, tapi dianggap kaya kok nggak enak juga ya. Tapi walaupun sudah punya mobil, saya masih lebih sering pakai Tornado kesayangan. Praktis.

Yang saya mau sharing di sini adalah perbedaan perasaan yang saya alami antara 2 periode tersebut:

  1. Perasaan naik motor pada saat memang hanya motor itulah yang dimiliki.
  2. Perasaan naik motor pada saat itu merupakan pilihan bebas yang saya ambil dibanding naik mobil.

Cukup terasa perbedaan moralitas yang saya alami di 2 periode tersebut. Anda boleh percaya boleh tidak, rasanya jauh lebih nyaman dan bahagia pada saat saya naik motor atas pilihan saya sendiri. Pada saat naik motor sebagai satu-satunya opsi, kadang saya sempat mengeluh pada saat harus menghirup asap knalpot di kanan kiri motor saya. Sementara itu, pada saat saya dengan sadar meninggalkan mobil di rumah dan memakai motor maka segala konsekuensi yang didapat di jalanan lebih bisa saya terima dan hadapi dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih.

Ada kalanya, pada saat musim hujan seperti ini… kalau waktu pulang kerja hujan turun deras, saya cuek saja melaju dengan motor. Basah ya biar saja, toh sampai rumah tinggal mandi. Bahkan seringkali pada saat hujan deras tersebut justru saya bernyanyi-nyanyi sambil berkendara di tengah lebatnya hujan. Memang air hujan yang menimpa wajah dan tangan terasa sangat dingin, justru hal itulah yang membuat air mandi di rumah terasa hangat. Ah… nikmat….🙂 Cuma bikers dan mantan bikers yang paham hal ini lho.

Kenangan akan hal ini membuat saya berpikir, memang kita bisa bicara ini dan itu dengan lebih leluasa manakala ini dan itu yang kita bicarakan merupakan hal yang bisa dengan bebas kita pilih. Tatkala hidup tidak memberikan banyak pilihan bagi kita, disitulah kita diuji sampai seberapa jauh rasa syukur dan keimanan kita.

Kita bisa menghujat pelacur, pengemis, maling atau perampok sementara kita sendiri sulit menentukan akan makan siang di mana saking banyaknya pilihan warung makan di dekat kantor.

Kita bisa berbangga bisa menjalankan puasa (puasa Ramadhan, puasa Pra Paskah, dan puasa lainnya) dengan khidmat, tanpa makan-minum, bersabar dan menahan amarah… karena dengan tingkat keyakinan 100% kita akan segera bisa makan sepuasnya dalam waktu yang sudah terjadualkan.

Marilah coba untuk tidak menghakimi, coba berempati, dan coba menikmati apapun kondisi yang kita alami saat ini. Seperti quote yang saya dengar di Hard Rock FM kemarin sore…

“SOMETIMES THE BEST THING IN LIFE IS IN FRONT OF YOU…”


Salam damai.