Tag

PEMILIHAN UMUM TELAH MEMANGGIL KITA

SELURUH RAKYAT MENYAMBUT GEMBIRA

HAK DEMOKRASI PANCASILA

HIKMAH INDONESIA MERDEKA…

PILIHLAH WAKILMU YANG DAPAT DIPERCAYA

PENGEMBAN AMPERA YANG SETIA

DI BAWAH UNDANG-UNDANG DASAR EMPAT LIMA

KITA MENUJU KE PEMILIHAN UMUM!!!

Pemilu kapan sih, sebentar lagi ya? Pantas saja media massa mulai penuh sesak dengan iklan-iklan parpol. Parpol lama, parpol baru, parpol lama banget, parpol baru banget, semua ada tinggal jumlah dana kampanye saja yang membedakan level media coverage-nya.

Masih ingat posting saya sebelumnya: Betapa sulitnya percaya propaganda politik… ?

Dalam 1 minggu terakhir saya lihat di TV, koran, majalah, kok makin intens ya berbagai propaganda-propaganda tersebut…

Ada kejadian lucu nih, hari ini (29 Januari 2009) di Kompas edisi cetak. Di satu halaman, ada iklan 1 lembar penuh dari Pak SBY dan Partai Demokrat-nya. Di situ dijelaskan bagaimana prestasi masa kepemimpinan beliau, antaranya menurunkan harga BBM sampai dengan level sekarang ini. Di halaman lain, ada iklan 1/2 halaman dari Ibu Mega (d/h Mbak Mega) dan PDIP-nya. Di situ dijelaskan bahwa penurunan BBM belum maksimal, rakyat tambah susah.

Sementara itu di sisi lain para oposan, apalagi oposan yang pernah berkuasa seperti menghapusbukukan segala kegagalannya di masa kepemimpinannya dulu. Sebagai oposan begitu mudah menyuarakan kelemahan penguasa saat ini, dan kembali dengan janji-janjinya yang muluk-muluk.

Lah, kalau bagi orang awam yang nggak tahu menahu makroekonomi, politik, dll… siapa yang bisa dipercaya itu dari 2 iklan yang bertolakbelakang 180 derajat??? Sementara, berapa % dari pemilih nanti yang cukup tahu tentang kondisi makroekonomi, perkembangan harga minyak dunia, sejarah kepemimpinan masing-masing calon?

Kampanye politiknya kok masih nggak jauh dari menjelek-jelekkan penguasa saat ini. Kebijakan yang sebenarnya bagus pun selalu dilihat dari sisi negatifnya apabila itu datang dari lawan politiknya. Memang susah kalau benar – salah sudah memihak dan pilih-pilih bulu. Yang lebih parah lagi, posisi menentukan opini. Ya kasus bensin turun itu contoh gampangnya. Yang lagi berkuasa selalu menekankan itu sebagai prestasinya, sementara itu para oposan selalu bilang sebaliknya: harga bisa lebih turunlah… harusnya turun dari dululah… harga jangan naik turun kayak yoyo-lah… Ngomong memang gampang, sama saja seperti saya ini bisanya ya ngomong doang lewat blog…🙂

Barangkali Pemilu depan ini musti cari wangsit dulu nih sebelum nyoblos ya… masa mau jadi golput sih…

Salam damai.