Tag

, , , , , , , , ,

Kemarin sempat baca Kompas, dan tadi pagi lihat talk show pagi hari di TV One yang kebetulan pembahasannya mirip –> bagaimana mengurangi dampak resesi global. Diangkat topik betapa Asia diharapkan menjadi lokomotif ekonomi dalam masa resesi yang sudah dimulai ini. Negara-negara ekonomi maju hampir dapat dipastikan akan mengalami kontraksi ekonomi (pertumbuhan ekonomi negatif). Pertumbuhan ekonomi diharapkan datang dari Asia, dan Jepang berinvestasi di Asia dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Tindak lanjut dari pemahaman akan pertumbuhan ekonomi di Asia tersebut adalah gerakan untuk meningkatkan (atau minimal menjaga) tingkat konsumsi di negara-negara Asia tersebut –> salah satunya Indonesia tentu.

Eittt…. tunggu dulu!!!!

Sabar dulu, kita musti ambil napas dan pikir dulu sebelum mengiyakan nasihat tersebut. Kita lihat bahwa China kehilangan pangsa pasar ekspor terbesarnya yaitu Amerika. Hal tersebut membuat China akan berpikir keras bagaimana menyalurkan hasil produksinya yang berkapasitas sangat besar dengan biaya per unit yang sangat rendah itu. Dicarilah negara dengan potensi pembeli tinggi –> saya yakin Indonesia masuk kategori tersebut.

Ini dia… di saat kita diminta menaikkan tingkat konsumsi, membanjir produk excess capacity dari China yang sudah tentu akan menjual dengan segala cara demi menjaga kelangsungan hidup milyaran penduduknya.

Maka dari itu, sepertinya kita harus lebih selektif dalam menentukan jenis konsumsi negara kita. Jangan sampai konsumsi kita hanya akan meninggikan perekonomian negara lain, sementara devisa kita justru tergerus. Kita memang terkenal sebagai bangsa yang konsumtif, seperti posting saya sebelumnya: https://wisatajiwa.wordpress.com/2008/12/12/krisis-finansial/

Coba kita pilih-pilih lagi deh, mulai dari yang gampang… Kalau mau belanja di FO, pilih yang benar2 sisa expor…jangan yang produk impor dari China. Kalau mau beli makanan, sejauh mungkin cari yang buatan Indonesia baik asli maupun turunannya.

Tapi memang sulit sih membebaskan diri dari ikatan keterkaitan ekonomi global. Makanya jadi ingat cita-cita luhur jaman Orde baru dulu: SWASEMBADA PANGAN. Itu fundamental banget ternyata. Dalam kondisi damai, apalagi dalam kondisi perang, swasembada pangan itu modal yang sangat kokoh. Lepas dari segala macam kontroversi, almarhum The Smiling General was really a great general dalam hal swasembada pangan.

Salam damai…