Tag

, , , , , , ,

stasiun-mtr-hongkong

Tersebutlah sebuah stasiun bernama KLENDER BARU di daerah Pondok Kopi – Jakarta Timur (bukan… gambar di atas bukan stasiun Klender Baru, tapi di Hongkong). Mohon dicatat ya, apa yang akan saya ceritakan ini terjadi di Jakarta –> kota metropolitan ibukota Indonesia. Harusnya namanya ibukota ya nggak malu-maluin amat lah, nggak bumi langit sama yang di luar negeri gitu…

Pagi tadi, jam 7 pas sampai di stasiun Klender Baru menunggu kereta Ekspress AC Bekasi – Jakarta Kota. Syukurlah kereta ekonomi sudah lewat, jadi tempat duduk di peron agak lengang. Sebenarnya bukan sepenuhnya tempat duduk sih, cuma sebentuk besi rel sepanjang 3 meter yang dijadikan bangku panjang. Lumayanlah daripada berdiri.

Duduk, pasang earphone dari handphone, tune in Hard Rock FM Jakarta, langsung deh secara fisik ada di stasiun tapi benak melayang bersama Stenny dan Pandji🙂

Sambil asik-asik nge-hard rock fm, mata menerawang ke depan… ke peron di seberang rel. Ada seorang bapak-bapak usia sekitar 50-an kira-kira. Dia berbaju dinas biru-biru yang ada badge Dinas Perhubungan di lengan kanannya, entah dari instansi apa tapi ya di bawah Dinas Perhubungan deh pokoknya. Sepertinya dia sedang menunggu kereta menuju Bekasi. Ya iyalah, kalau menuju arah Jakarta Kota / Gambir pastinya dia bakal duduk di peron sisi saya🙂

Tahu nggak kenapa mata saya tertumbuk ke sosok bapak-bapak tadi? Nggak lain dan nggak bukan karena saat itu dia lagi sangat asik dalam pergumulannya mengeluarkan secuplik barang yang mengganggu di hidungnya. Bahasa jelasnya (maaf) –> NGUPIL. Walah!!!! Mana prosesi ngupilnya itu lho yang sangat mengganggu pemandangan. Sampai kepalanya agak-agak mendongak, mulut sedikit terbuka. Wah jan betul-betul mengganggu keindahan nuansa pagi yang dingin itu… Ampun.

Beberapa detik berlalu, dipikir “siksaan” mata itu akan selesai dan berlalu. Tapi apa yang terjadi kemudian justru lebih parah. Si Bapak itu tadi berhasil mengeluarkan sebentuk kecil “gangguan” di hidungnya tadi. Dengan gerakan yang mengalir begitu saja tanpa keraguan sedikitpun, dia oleskan dengan lembut dan penuh perasaan “gangguan” itu tadi di bangku samping dia duduk. WAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!! TIDAAAAAAAAAAAKKKKK!!!!!!!!!!

Langsung nggak enak nih duduk, jadi mikir ini bangku pernah diberikan usapan selemah lembut semacam itu sebelumnya.

Yang lebih parah, itu bapak-bapak dari Dinas Perhubungan pula yang mustinya bertanggungjawab terhadap fasilitas di bawah Dinas Perhubungan –> salah satunya ya stasiun Klender Baru itu. Wah, kalau begini caranya kapan ya kita bisa menikmati stasiun di Jakarta seperti foto di atas itu. Jakarta saja dulu deh… please…

Memangnya sulit ya menanamkan pemahaman bahwa yang namanya fasilitas umum itu ya MILIK UMUM. Artinya, Fasum itu bakal dipakai oleh orang lain. Kalau kita nggak mau bangku kita kotor, ya jangan kotori bangku fasum. No wonder di luar sana banyak sekali denda ini dan itu demi menertibkan perilaku warganya.

Oh indahnya negeriku Indonesia… negeri yang bebas merdeka…. ha ha ha…

Salam damai.