Tag

, , , , , ,

Masterpiece leluhur bangsa India...

Masterpiece leluhur bangsa India...

Foto ini saya ambil 2 tahun lalu, ketika saya berkesempatan menginjakkan kaki di salah satu keajaiban dunia yang menakjubkan ini. Bangunan sebesar itu, dari marmer semua… belum lagi pahatan-pahatan marmer ditanam di dalam marmer. Berikut petikan dari wikipedia tentang proses pembangunan Taj Mahal: http://en.wikipedia.org/wiki/Taj_Mahal#Construction

  • The plinth and tomb took roughly 12 years to complete. The remaining parts of the complex took an additional 10 years and were completed in order of minarets, mosque and jawab and gateway. Since the complex was built in stages, discrepancies exist in completion dates due to differing opinions on “completion”. For example, the mausoleum itself was essentially complete by 1643, but work continued on the rest of the complex. Estimates of the cost of the construction of Taj Mahal vary due to difficulties in estimating construction costs across time. The total cost of construction has been estimated to be about 32 million Rupees at that time which now runs into trillions of Dollars if converted to present currency rates.[21]
  • The Taj Mahal was constructed using materials from all over India and Asia. Over 1,000 elephants were used to transport building materials during the construction. The translucent white marble was brought from Rajasthan, the jasper from Punjab, jade and crystal from China. The turquoise was from Tibet and the Lapis lazuli from Afghanistan, while the sapphire came from Sri Lanka and the carnelian from Arabia. In all, twenty eight types of precious and semi-precious stones were inlaid into the white marble.

Sampai sekarang kerajinan marmer yang ditanam (inlaid) ke dalam marmer putih masih menjadi salah satu andalan kerajinan marmer di India, tapi tetap saja kualitas pengerjaan dan material yang ada di Taj Mahal masih jauh lebih besar tapi lebih halus dan rapi. Tidak terbayang berapa lama pengerjaan inlay itu.

Belum lagi marmer yang dipahat timbul (bukan ditempel ya…), halus banget… ini fotonya:

Marmer pahat timbul di Taj Mahal, rapi jali...

Marmer pahat timbul di Taj Mahal, rapi jali...

Mendengar kata India, barangkali yang terbayang di benak kita adalah kusam dan berdebu. Itu benar sekali, di sana kelembaban sangat rendah sehingga debu sangat mudah muncul. Akan tetapi semua kesan tentang India yang berdebu langsung sirna ketika saya memasuki gerbang masuk Taj Mahal. Hijaunya rumput membentang di antara megahnya masjid dan Taj Mahal. Hebat… hebat… bravo India…

Yuk sekarang kita lihat di Indonesia, nggak kalah juga lho walaupun dulu-dulunya juga berguru dari India.

Masterpiece leluhur bangsa Indonesia...

Masterpiece leluhur bangsa Indonesia...

Indah ya… masuk salah satu warisan dunia yang dilindungi nih. Ini yang di Indonesia.

Pembangunan Borobudur tidak kalah dahsyatnya. Bayangkan bagaimana membawa batu-batu sebesar dan sebanyak itu pada abad 8 Masehi, entah seperti apa rupa rakyat Jawa waktu itu kok bisa membangun konstruksi semasif dan sebesar itu.

Pembangunan Borobudur memakan waktu setengah abad, hingga berganti raja baru selesai itu candi. Sangat sarat dengan berbagai ilmu agama Budha dalam setiap filosofi arsitektural dan reliefnya, terbayang betapa detil sang pengagas dari mulai konsep, desain, hingga implementasi.

Saya lihat ada 3 benang merah antara Taj Mahal, Borobudur, dan keajaiban dunia lainnya, kenapa jaman dahulu manusia bisa membuat karya-karya sebesar itu sementara teknologi yang ada masihlah belum secanggih sekarang.

  • VISI –> tanpa visi, siapa yang menyangka di antara peradaban kuno bisa tercipta ide bangunan semegah itu.
  • RASA CINTA –> Cinta Shah Jahan pada istrinya, dan kecintaan Raja Samaratungga pada Tuhan, telah menginspirasi kedua bangunan megah di masa lalu.
  • PERBUDAKAN –> tanpa konsep perbudakan atau konsep tuan – hamba pada saat itu, barangkali akan sangat sulit membentuk begitu besar pasukan manusia dan harta demi terbangunnya “perwujudan rasa cinta sang Raja”.

    Indah di satu sisi, hingga dikenang sampai ribuan tahun setelahnya…

    Kelam di sisi lain, mengingat pengorbanan begitu banyak hamba / budak yang bermandikan peluh demi mewujudkan mimpi dan cita kasih junjungannya agar nama junjungannya terus dikenang oleh seluruh umat manusia. Sementara itu tidak ada yang tahu, siapakah yang membuat pahatan menakjubkan di Taj Mahal… atau siapakah yang memahat relief Borobudur.

    Banyak praktek peradaban masa lalu yang pada masa kini sudah merupakan semacam praktek yang kurang baik, semacam perbudakan, komunisme, sunat pada wanita, feodalisme, dan lain-lain…

    Kenyataan tersebut sedikit menggelitik rasa ingin tahu saya:

    Ketika peradaban manusia semakin berkembang, doktrin yang selama ribuan tahun dipegang oleh manusia bisa runtuh… kalau begitu adanya, barangkali perlu kita pertanyakan kembali doktrin-doktrin yang selama ini kita anggap sebagai kebenaran…

    Nggak lucu juga kan kalau suatu saat nanti kita dikenang sebagai seorang yang melindungi keburukan peradaban manusia, karena kita teguh memegang nilai-nilai yang pada masa ini kita anggap kebenaran mutlak. Walah, memang susah jadi manusia ya…🙂

    Salam damai…