Tag

, , , , , , , ,

Waaaahhh….. legaaaa…..

Setelah 10 menit sport jantung sambil dempet-dempetan di angkot, akhirnya sampailah di tujuan…

Si sopir angkot, walau sempat ditegur biar nggak ngebut tapi tetap saja ngebut. Jadi deh kalau pas direm badan penumpang jadi mepet banget, mending kalau pas dapat sebelahnya yang “bening”… tapi kalau enggak, ya apes dua kali itu namanya.

Sambil duduk ngaso menunggu datangnya kereta, saya jadi berpikir. Itu tadi sopir kalau dari sisi safe driving sudah pasti dapat angka merah. Dijamin nggak lulus tes. Tapi kok ya entah kenapa bisa selamat terus… sepertinya dia itu selamat bukan berkat ketangkasannya, tapi lebih karena doa para penumpangnya.

Saya jadi ingat ada suatu cerita, begini ceritanya.

Ada seorang pastor yang meninggal, ketika sampai di akhirat maka dihadapkanlah dia kepada Sang Maha Pengadil. Setelah panjang bercerita tentang segala jasa-jasa dan amal baktinya selama hidup mengabdi di dunia, dijatuhkanlah vonis oleh Sang Maha Pengadil itu bahwa si pastor ini harus menghabiskan hari-hari keabadiannya di NERAKA. Gubrak!!! Pingsanlah si pastor (saya agak heran juga, orang sudah mati kok bisa pingsan).

Ketika dia siuman, didapatinya Sang Maha Pengadil tadi sedang mengadili seorang preman dan mantan sopir metro mini. Didengarnya si preman tadi berbusa-busa mulutnya memohon ampun atas segala kelakuan buruknya selama hidup. Ketika selesai pertanggungjawaban si preman, divonislah dia masuk ke SURGA. Gubrak!!! Kali ini baik si pastor dan si preman sama-sama pingsan dengan alasan yang berbeda (lagi-lagi saya heran, orang sudah mati kok bisa pingsan).

Setelah mereka berdua siuman, si preman langsung ngacir ke surga setelah tak lupa mengucapkan berjuta terima kasih. Sementara itu sang pastor merasa sangat penasaran dan mempertanyakan kenapa dia masuk neraka sementara preman merangkap sopir metromini tadi dengan mulusnya masuk ke surga.

Maka Sang Maha Pengadil pun menjelaskan kepadanya…

Pastorku yang kusayangi, selama hidupmu setiap minggu engkau habiskan waktumu untuk memberi khotbah yang sangat menjemukan umatmu. Pada saat mereka menghadiri misa yang engkau pimpin, hal yang selalu mereka pikirkan adalah “Kapan misa ini akan segera berakhir???”…. Aturan-aturan yang engkau terapkan sangatlah kaku sehingga membuat umatmu begitu terkekang hingga mereka terpikir untuk menjauhkan diri daripadaKu.

Sekarang engkau bertanya, kenapa si sopir metromini tadi Aku masukkan ke surga.

Selama hidupnya, dia mengemudikan metromini dengan sangat berandalan. Seluruh penumpang di dalam metromininya merasakan bahaya yang mengancam setiap kali menaikki metromini yang disopirinya. Yang terjadi kemudian adalah, para penumpang itu semua berdoa kepadaKu demi keselamatan mereka.

Nah pastorku, sekarang jelaslah kiranya bagimu… siapakah yang mendekatkan umatKu kepadaKu, dan siapakah yang menjauhkan umatKu daripadaKu.

Salam damai…