Tag

, , , , ,

Bagi Anda yang berlangganan televisi berbayar di rumah, maka berbahagialah Anda karena selama bulan Agustus – September ini Anda akan dimanjakan dengan berbagai tayangan tentang indahnya ASIA. Ya, benar-benar Asia… Tayangan tersebut antara lain sesuai judul tulisan ini (hanya saja kebetulan negaranya bukan Indonesia): Enigmatic Malaysia… dan Flavors of Malaysia. Channel-channelnya tidak jauh dari channelnya BBC atau Travel & Living.

Kemarin ini, ya… betul-betul kemarin ini hari Minggu 23 April 2009 saya menyaksikan salah satu acara: Enigmatic Malaysia – Keris. Di acara tersebut dijelaskan sejarah keris di kerajaan Melayu tersebut, bagaimana para empu (di sana bukan empu namanya mungkin ya?) dan kolektor saling memberikan penerangan tentang pentingnya Keris dalam sejarah negara Malaysia.

Menonton acara tersebut, saya jadi langsung ingat kasus yang sedang ramai-ramainya dibicarakan… yaitu hebohnya klaim atas Tari Pendet oleh turisme Malaysia. Heboh!!!

Saya sih termasuk orang yang tidak terlalu panik dengan adanya klaim ini dan itu oleh negara tetangga kita, selama itu bukan klaim Hak Intelektual yang berujung pada transfer uang. Dalam bayangan saya, barangkali kasus ini bisa diceritakan kepada anak saya seperti ini…

Syahdan (kayak cerita jaman dulu banget sih, syahdan)….

Tersebutlah dua orang kakak beradik. Sang kakak bernawa INDY, sang adik bernama MAYA.

Indy dan Maya ini adalah sama-sama murid dari sekolah yang sama, di mana guru mereka beragam ada yang berkebangsaan China, India, Inggris, maupun Belanda.

Indy, berwatak cenderung introvert. Dia lebih pendiam, walaupun bukan tanpa isi. Begitu banyak ilmu yang diserap dari guru-gurunya, dan dia modifikasi disana-sini sehingga memunculkan variasi-variasi yang begitu indah. Indy menyimpan itu semua didalam kamarnya, dan dinikmati di kala waktu senggangnya sendiri di kamar. Hal itu bukan berarti dia menutup diri dari orang lain, kalau ada orang yang datang kekamarnya maka Indypun membagi karya-karyanya kepada orang itu… termasuk untuk adiknya sendiri yaitu Maya.

Kira-kira, beginilah ke”introvert”an seorang Indy… menyimpan hal yang penting dibelakang punggungnya.

Keris

Keris Indy

Lain halnya dengan Maya, dia begitu ekstrovert dan senang bercerita. Maya punya kenalan baik orang Inggris yang punya banyak relasi di luar sana, dan dengan relasi tersebut Maya banyak bercerita tentang ini dan itu… Dia bercerita tentang ilmu dari gurunya dari China dan India. Bahkan dia sampaikan, bahwa kalau ada yang mau tanya-tanya tentang China atau India maka tanya saja padanya. Tidak cukup sampai di situ kreativitas si Maya ini, bahkan Maya memasukkan karya-karya Indy yang sudah dipahaminya ke dalam “katalog jualan”nya itu.

Kira-kira beginilah ke”ekstrovert”an seorang Maya…

Keris Maya

Keris Maya

Suatu saat, Maya kebanjiran pengunjung untuk bertanya tentang berbagai hal. Bahkan, ada orang dari ujung dunia sana bertanya tentang karya Indy kepada Maya. Tersinggunglah Indy, sang kakak yang merasa memiliki hak atas karyanya tersebut. Dengan hati membara, Indy mulai menjelek-jelekkan nama Maya melalui berbagai media. Indy sampai tidak mau bicara lagi dengan Maya. Upaya Indy untuk menjelek-jelekkan nama Maya sangatlah keras hingga internet dipenuhi oleh sumpah serapah Indy kepada Maya.

Apa yang terjadi kemudian? Dunia akhirnya membuat 2 polarisasi image tentang Indy dan Maya.

INDY: seorang yang (mungkin) pintar, tapi (pastinya) introvert, pemarah, sensitif.

MAYA: seorang yang (mungkin) bukan penemu utama, tapi (pastinya) resourceful, ramah, nyaman diajak bicara.

Kemanakah dunia akan berduyun-duyun mengunjungi? Kamar Indy atau Kamar Maya?

Pada akhirnya, kemarahan Indy hanya menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri.

Nah kira-kira begitulah ceritanya, cerita tentang INDY dan MAYA.

Semoga cerita singkat ini bisa menginspirasi kita semua, supaya terrefleksikan dalam tindakan kita selanjutnya.

Salam damai…