Tag

, , , , , , , ,

Liverpool Logo

LIVERPOOL KALAH… (lagi)!!!

Wah, baru 3 kali main sudah 2 kali kalah. Pertanda apakah gerangan?

Apakah pertanda buruk? Ataukah justru pertanda bagus? Pernah di musim-musim sebelumnya Liverpool mengalami start musim yang bagus, tapi kemudian MELEMPEM… Semoga kali ini justru kebalikannya, jelek di awal tapi makin lama makin ngejos. Semoga Gerrard dan Torres makin beringas merobek jala lawan-lawannya.

Steven Gerrard

Steven Gerrard

Fernando Torres

Fernando Torres

Tahun ini, tayangan-tayangan EPL (English Premier League) bisa dinikmati cukup lengkap di Indovision. Syukurlah…

Liverpool, seperti halnya banyak klub sepakbola lainnya (Manchester United, Chelsea, Arsenal, AC Milan, Inter Milan, Juventus, Barcelona, Real Madrid, Bayern Muenchen, dll.) merupakan sekelompok pemain dari seluruh dunia yang didukung oleh pemegang saham klub dan sponsor serta suporter dari seluruh dunia pula.

Sebuah KLUB SEPAKBOLA, kini menjelma menjadi suatu entiti virtual yang cakupan “jiwa”nya melingkupi seluruh dunia. Coba saja kita lihat sampai di kampung-kampung… betapa banyak anak-anak kecil yang menggunakan kaos klub kesayangannya (walaupun produk lokal), hingga di kota-kota besar kaum yang beradapun memakai kaos yang sama – walaupun kaos tersebut lebih sering disebut jersey (untuk membedakan yang ORIGINAL dengan yang ASPAL). Masa iya barang 500 ribu mau disamakan dengan 25 ribu? Gengsi dong…🙂

Liverpool Jersey - Torres no. 9

Liverpool Jersey - Torres no. 9

Tapi kalau kita singkirkan masalah gengsi-gengsian sebentar, nyatalah bahwa mereka semua dilingkupi spirit yang sama yaitu spirit Klub Sepakbola yang dicintainya.

Kadangkala, kalau dipikir-pikir aneh juga ya… (barangkali ini juga yang selalu dipikirkan para wanita yang bukan pecinta sepakbola):

Itu 1 BOLA, dikerubutin 22 orang… diperebutkan sampai jatuh bangun – kadang sampai jotos-jotosan. Hal seperti itu ditonton pula, lebih parah lagi itu rebutan bolanya terjadi puluhan ribu kilometer dari sini tetapi di sini orang bisa teriak-teriak sendiri melototin larinya 1 buah bola tersebut. Kalau kata simbah, “GEK OPO SING DIGOLEKI TO LE…” (apa yang dicari sih Nak…).

Memang sebuah fenomena yang aneh, dan celakanya lagi saya termasuk yang terkena anehnya fenomena tersebut. Ataukah justru saya termasuk beruntung bisa menikmati indahnya terlena sepakbola?

SEPAKBOLA, sebuah jiwa yang melingkupi dunia dan menerobos berbagai batasan – mulai dari batasan negara hingga agama. Barangkali seperti itulah seharusnya dunia ini. Ya, paling tidak untuk saat ini kita bisa menikmati kebersamaan kita di dunia melalui sepakbola.

Sudahlah, nggak usah dipikirkan tentang 1 bola dikerubutin 22 orang. Kita nikmati saja indahnya dunia ini melalui sepakbola. Saya merasa beruntung bisa ikut terlena menyaksikan karunia Tuhan dalam rupa permainan sepakbola.

Seperti slogan yang sangat bagus dari klub kesayangan saya, “YOU’LL NEVER WALK ALONE“.

Walaupun di awal musim kalah, semoga pertandingan-pertandingan selanjutnya lebih baik. Kami dukung kalian dari jauh!!!

Salam damai…