Tag

, , , , , , ,

Menjelang Lebaran, orang-orang pada ramai mempersiapkan MUDIK.

Berhubung saya sendiri tidak merayakan Lebaran, apalagi anak saya yang bungsu masih terlalu kecil untuk perjalanan jauh maka saya hanya bisa menunggui Jakarta yang monoton ini dengan hati ceria. Tanpa tambah cuti, jadilah hari-hari sekitar Lebaran nanti saya menghiasi kantor yang sepi.

Ngomong tentang mudik, orang sudah pada sibuk ngomong tentang kota-kota di daerah yang menjadi tujuan masing-masing. Pada saat ini, saya sendiri lagi kangen dengan hangatnya suasana kota Yogyakarta.

“Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna…”

Untuk kali ini, biarlah saya menikmati Yogyakarta melalui bingkai foto saja…

Ah betapa saya kangen dengan indahnya pagelaran Ramayana di Candi Prambanan

Sendratari Ramayana - Candi Prambanan

Sendratari Ramayana - Candi Prambanan

Ah betapa saya kangen minum wedang ronde di ujung jalan Malioboro

Wedang Ronde Malioboro

Wedang Ronde Malioboro

Ah betapa saya kangen cerita “ngalor ngidul” dengan simbok penjual gudeg di Beringharjo

Gudeg Pasar Beringharjo

Gudeg Pasar Beringharjo

Ah betapa saya kangen melihat riangnya anak-anak main bola di pelataran Candi Boko

Candi Boko Yogyakarta

Candi Boko Yogyakarta

Ah betapa saya kangen naik becak menyusuri jalanan Yogyakarta

Becak di perempatan BI Yogyakarta

Becak di perempatan BI Yogyakarta

Ah betapa saya kangen menyaksikan pengabdian mereka-mereka ini…

Para abdi dalem keraton

Para abdi dalem keraton

Ah betapa saya kangen keramahan dan kelemahlembutan Yogyakarta

Dewi Shinta

Dewi Shinta

Yogyakarta, tidak pernah bosan-bosannya saya kunjungi dan saya eksplorasi.

Saya yakin, kita BISA… sekali lagi KITA BISA menjadikan YOGYAKARTA tujuan wisata utama di Asia Tenggara ini.

Salam damai.