Tag

, , , , , , , , , ,

... DOA ...

Yang namanya DOA, saya yakin kita semua pernah berdoa. Mungkin frekuensinya bervariasi, ada yang beberapa kali sehari – ada yang sehari sekali – atau ada yang beberapa hari sekali – bahkan ada juga yang pada kondisi tertentu saja.

Begitu banyak cara orang mewujudkan doanya, berbeda-beda untuk berbagai agama.

  • Ada yang mewujudkannya dengan berdoa di tengah malam buta di kala orang lain nyenyak dalam tidurnya.
  • Ada yang mewujudkannya dalam tulisan di secarik kain, dan kain itu dikibarkan di puncak gunung Himalaya supaya melambangkan kedekatan dengan Sang Pencipta.
  • Ada yang mewujudkannya dalam bentuk doa rosario yang berulang-ulang terus sepanjang malam.
  • Ada yang mewujudkannya dalam doa bersama atau minta didoakan oleh orang yang diyakini akan lebih didengar oleh Tuhan.
  • Ada yang mewujudkannya dalam bentuk pengurbanan sesuatu.

Semua itu tidak salah, toh semuanya demi menuju Tuhan to? Saya bukan mau menganalisa mana yang paling benar atau baik. Nggak berani saya… He he he…

Saya hanya mau share apa yang jadi isi doa saya beberapa hari terakhir ini.

Pernah suatu kali beberapa waktu yang lalu sebelum saya berdoa, saya berpikir sejenak… mau minta apa (lagi) ya sama Tuhan. Wah, kalau yang namanya pingin bisa seabreg jumlahnya yang ada di benak saya waktu itu (sampai sekarang juga sih… he he he…).

  • Dari mulai pingin nambah tanah halaman belakang rumah untuk “leyeh-leyeh” di sore hari…
  • Pingin kembali punya mobil sedan yang bisa melaju > 160 km per jam sambil tetap mendengarkan CD klasik dengan nyaman…
  • Pingin kerja yang fleksibel waktunya tapi gajinya paling tidak bisa buat beli rumah baru setiap 2 tahun sekali…
  • Pingin merasakan kedamaian doa biksu di Tibet, menghirup tipisnya udara di kaki Himalaya, menikmati tarian sufi di Turki, makan spaghetti sepulang dari Basilika St Petrus di Italia, serta mengunjungi markas besar ANFIELD
  • Pingin punya rumah kos-kosan dan sawah bangsa beberapa hektar buat tabungan hari tua di Jawa nanti…

Dan masih banyak “pingin-pingin” lainnya, yang begitu mempesonakan jiwa ini serta membuai angan dan menjanjikan kebahagiaan ketika hal tersebut tercapai.

Tapi kemudian setelah berpikir lagi, mengenang kembali perjalanan hidup yang sudah saya lalui dengan segala liku-likunya… naik turunnya… dan suka dukanya… sekejap rasa syukur yang teramat sangat menghangatkan batin saya seketika itu. Rasa syukur akan semua yang telah dilimpah-limpahkan kepada saya selama ini. Rasa syukur yang dalam akan segala pengalaman hidup baik itu yang menggembirakan maupun mengecewakan, namun semua itu pada akhirnya mendewasakan saya dan mengantar kepada kondisi saya yang sekarang ini, yang penuh dengan rasa syukur.

Seketika itu juga lenyaplah segala niatan untuk meminta ini dan itu pada Sang Maha Anugerah. Saya jadi malu untuk meminta apa-apa lagi ketika saya sudah diberik sedemikian banyak.

Akhirnya sayapun meneruskan niatan saya untuk berdoa, di mana doa saya berisi 2 hal: SYUKUR dan TERIMA KASIH.

Terima kasih Tuhanku…

Salam damai…