Tag

, , , , , , , , , ,

Panggung Creative Solutions

Capture persiapan panggung...

Apa sih enaknya motret? Enakan juga dipotret, tinggal gaya sana sini dapat deh hasilnya…

Apa sih enaknya motret artis? Lebih enak jadi artis, tenar, digilai lawan jenis, dapat banyak duit…

Apa sih enaknya motret laut? Enakan juga berenang dan surfing di laut…

Menurut saya, mempertanyakan dan membandingkan enaknya motret itu bisa diibaratkan seperti paradigma orang mencari kebahagiaan. Sedikit sharing dari Mr. Mario Teguh tadi malam tentang kebahagiaan:

Tersebutlah sepasang suami istri dengan topi tani berjalan pulang di pematang sawah di tengah rintik hujan, sambil bergandengan tangan. Ketika lewat orang naik motor, mereka berpikir alangkah bahagianya orang yang naik motor… bisa lebih cepat sampai rumah.

Orang yang naik motor itu kemudian disalip oleh mobil bak terbuka, brrrrmmm…. dalam hati si pengendara motor, alangkah bahagianya orang di dalam mobil bak terbuka itu tidak perlu kehujanan seperti dirinya.

Tak berapa lama kemudian, sebuah sedan mewah meluncur cepat berpapasan dengan mobil bak terbuka tadi. Pengendara mobil bak pun tertegun melihat indahnya sedan tersebut dan berpikir alangkah bahagianya orang di dalam sedan mewah tadi. Dan untuk kesekian kalinya “kebahagiaan” itu berpindah pemilik.

Sementara itu, di dalam sedan mewah tadi sang pengemudi adalah seorang eksekutif muda yang sedang gundah hatinya. Dia dalam perjalanan ke Bandung menjenguk ayahnya yang sakit keras, sementara istrinya sedang berlibur di Bali. Ketika dia melewati jalanan di pinggir sawah dilihatnya sepasang suami istri berjalan bersama di pematang sawah. Sang eksekutif mudah tadi berpikir betapa bahagianya sepasang suami istri tersebut…

Nah, dari cerita Mr. Mario Teguh tadi sepertinya kebahagiaan itu jadi terlalu absurd kalau kita letakkan di luar diri kita. Kondisi JIKA atau KALAU akan menjauhkan kebahagiaan dari diri kita.

Kembali ke masalah potret memotret tadi, kalau dipertanyakan apa sih enaknya motret dibandingkan A, B, C, dan D maka tidak akan ketemu jawabannya. Jelas-jelas kebahagiaan atau kenikmatan itu sifatnya mutlak dan independen, bukan relatif dan bergantung pada ini dan itu.

Saya mau menggambarkan sedikit kondisi yang terjadi ketika minggu lalu saya meliput penampilan dari GIGI dan DUO MAIA di acara kantor. Pada awal acara semua yang hadir masih pada jaga image dan malu-malu, masih pada duduk manis di meja masing-masing sementara saya dan beberapa rekan fotografer sudah “ndelosor” di bawah panggung. Sudah nggak peduli lagi bahwasanya kami duduk di lantai sementara yang lain duduk di kursi, yang penting bisa motret dengan sudut terbaik. Bagi saya pada saat itu kenikmatan adalah ada posisi terbaik bagi lensa kamera saya, bukanlah posisi kursi terbaik dengan menu makanan terlezat yang terhidang.

Satu kenikmatan yang sangat indah bagi saya setelah jadi hobi memotret adalah: DENGAN FOTOGRAFI, SAYA MERASA BISA LEBIH MENIKMATI INDAHNYA DUNIA INI. Mungkin Anda tidak percaya ya? Tapi benar lho, setelah sering memotret maka pada banyak kesempatan saya menjadi lebih sering bergumam “wah indah banget awannya…”; “wah indah banget pasar ini kalau dipotret”; dan banyak lagi keindahan lainnya yang jadi bisa saya nikmati dibandingkan sebelumnya.

Saya belajar dari itu semua, kalau namanya bahagia atau nikmat ya dirasakan saja… nggak usah dicari-cari atau diandai-andai… Kalau mau bahagia, ya bahagialah. Tidak perlu embel-embel ini dan itu.

Ini saya share beberapa kenikmatan yang saya rasakan di acara tersebut bersama kamera saya tercinta…

Monggo…

Armand Maulana Dewa Budjana GIGI

Nikmat bersama kolaborasi Armand Maulana & Dewa Budjana...

Armand Maulana GIGI

Nikmat bersama Armand Maulana dan aksi panggungnya...

Armand Maulana GIGI

Nikmat bersama Armand Maulana - Mick Jaggernya Indonesia

Armand Maulana GIGI

Nikmatnya "atas bawah" dengan Armand Maulana

Dewa Budjana GIGI

Nikmat bersama Dewa Budjana dalam spiritualitasnya

Maia Estianty

Nikmat bersama kerlingan Maia Estianty

Maia Estianty

Nikmat bersama Maia Estianty dalam jeda antar bait lagunya

Maia Estianty

Nikmat bersama Maia Estianty dan keyboardnya

Maia Estianty

Nikmat bersama pose sejenak Maia Estianty

Crew Duo Maia

Nikmat bersama crew band Duo Maia

Fotografi memang nikmat, begitu kata sang fotografer yang berbahagia…🙂

Salam damai…