Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

WISATA RASA – SOLO (2)

Menyambung dari Wisata Rasa – Solo bagian 1 sebelumnya, berikut ini cerita rasa bagian kedua yang saya nikmati ketika berlibur ke Solo akhir tahun 2009 khusus dengan tema Wisata Rasa. Selamat menikmati…

.

Serabi Notosuman

Serabi Solo, siapa yang tidak kenal dengan serabi Solo yang gurih itu. Dan yang membuat serabi Solo begitu melegenda adalah daerah Notosuman di mana di jalan tersebut menjadi sentra srabi-nya Solo.

Di Notosuman, terdapat 2 tempat yang sangat ramai menjadi tempat orang membeli serabi. Yang satu merupakan toko besar (Ibu Lidya) – bercat hijau, merupakan pindahan dari toko sebelumnya yang sangat kecil di seberangnya. Keunikan toko ini adalah kita bisa melihat langsung pembuatan serabinya yang berjumlah puluhan wajan kecil (konon dahulu pembuatannya rahasia dan tidak boleh dilihat). Saking ramainya tempat ini, kita harus mengantri dengan menggunakan nomor. Hebat…

Yang satunya lagi, tokonya relatif lebih kecil (Ibu Handayani) – bercat oranye. Toko ini tidak seramai toko di seberangnya, tapi entah kenapa saya lebih cocok dengan jalinan rasa serabi yang disajikan toko ini. Tentu saja serabi notosuman versi Ibu Lidya enak dan mak nyus, tetapi mungkin yang versi Ibu Handayani ini lebih pekat rasa gurihnya. Kebetulan saya penggemar kepekatan rasa… he he he.

Anyway, tidak ada salahnya mencoba kedua-duanya toh harganya juga masih relatif murah sekitar 1800 rupiah per buahnya. Ada rasa original dan rasa coklat, saya lebih suka rasa originalnya. Dasar orang kuno kali ya, biarin ah… sing penting mak nyusss…

.

Pasar Gede

Seperti di posting Wisata Rasa – Solo bagian 1 saya sebutkan bahwa pasar di Jawa pada umumnya merupakan “melting pot” berbagai kalangan masyarakat baik itu dari latar belakang ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Demikian pula halnya dengan pasar terbesar atau ter-gede di Solo yaitu Pasar Gede. Begitu memasuki area Pasar Gede, begitu banyak yang ditawarkan di pasar ini… beragam makanan dan barang lainnya. Coba saja lihat di foto-foto berikut ini…

.

Tengkleng... lagi-lagi tengkleng...

.

Berbagai jenis gorengan ayam...

.

Ayam Goreng, fresh from the pan...

.

Gatot, tiwul, cenil, dan lain-lain...

.

Khas Solo - Cabuk Rambak

.

Ini namanya INTIP - masih panas dari wajan...

.

Nah kalau mau, sempatkan deh makan atau minum di beberapa penjual didalamnya. Rasanya cukup mak nyus lho, silakan dicoba.

Pasar Gede, dan pasar tradisional lain pada umumnya merupakan melting pot yang melintas batas antar komunitas. Bandingkan saja dengan konsep Mal modern yang sudah jelas positioningnya. Kaum borjuis akan mendatangi Mal high end yang termewah dan tidak akan menemukan barang yang dicarinya di Mal pinggiran, demikian pula sebaliknya kalau kaum menengah pas-pasan macam saya masuk ke Mal mewah maka saya hanya akan belanja mata saja karena nggak ada yang masuk budget saya. Itulah indahnya pasar tradisional, meniadakan tembok pembatas kesenjangan sosial.

Saya jadi ingat seloroh Jeremy Clarkson di TOP GEAR BBC, “Saya tidak suka Maybach. Pernah saya berada di dalam Maybach yang melaju di area pemukiman pekerja Eropa Timur, disitulah saya memahami apa yang disebut sebagai KEBENCIAN”…. Indahnya kebersamaan…

.

Galabo – Sate Yu Rebi & Gudeg Ceker Bu Kasno

Untuk Anda yang nggak punya waktu untuk menjelajahi sudut-sudut kota Solo dalam rangka wisata kuliner, ternyata ada satu tempat yang menjadi sentra makanan di malam hari. Tempatnya namanya Langen Boga, atau GALABO.

Lokasi galabo ada di ujung timur Jalan Slamet Riyadi, jadi susuri saja jalan utama di kota Solo tersebut hingga mentok. Di situlah tempatnya, hanya buka di malam hari. Di lokasi tersebut berkumpul banyak penjual makanan dari berbagai penjuru kota Solo yang membuka cabangnya di situ. 2 menu yang saya coba malam itu adalah Gudeg Ceker Bu Kasno dan Sate Yu Rebi.

Kembali seperti tulisan saya sebelumnya di Wisata Rasa Solo bagian 1, memang kenikmatan kuliner itu sangat terkait dengan tempat. Makanya kalau saya sendiri nilai kenikmatan kuliner di Galabo sepertinya sedikit berkurang dibandingkan di tempat aslinya, tapi lokasinya yang menyediakan berbagai pilihan dan lesehan yang lega sangatlah nyaman untuk sekedar makan malam bersama relasi-relasi kita.

Gudeg Ceker Bu Kasno

.

Sate Yu Rebi

.

Bersambung ke puncak wisata rasa Solo, Sate Buntel Tambak Segaran

Salam damai…