Tag

, , , , , ,

Memegang kendali penuh atas hidup kita

.

.

Clip tersebut adalah dari “The Curious Case of Benjamin Button”, yang idenya sangat inspiratif dan penggarapannya sangat impresif. Satu bagian yang cukup membuat saya tafakur sejenak adalah bagian yang saya tampilkan potongan klipnya tersebut di atas.

Memang, dari sisi sudut penceritaan agak musykil bagi si Benjamin Button bisa mengetahui begitu banyak detil dan sisi dari peristiwa tersebut. Tapi biarlah itu jadi perdebatan para kritikus film, yang saya soroti di sini adalah betapa sebuah kecelakaan atau kejadian kecil lainnya itu bisa terjadi akibat satu rangkaian kejadian-kejadian lainnya yang sangat tepat rangkaian waktunya. Andai kata satu saja dari rangkaian peristiwa tersebut yang meleset barang 1 detik, barangkali kecelakaan itu tidak akan terjadi.

.

Contoh kecil lainnya yang seringkali kita alami sehari-hari: TELAT 1 MENIT ke kantor. Coba kalau direka ulang, andai kata salah satu dari beberapa hal ini terjadi:

  • kita bangun 1 menit lebih awal,
  • kita mandi 1 menit lebih awal,
  • nggak ada hujan gerimis yang membuat kita harus ambil payung untuk ke mobil,
  • tetangga depan tidak mengeluarkan mobil pada waktu yang sama sehingga kita bisa langsung meluncur keluar dari car port,
  • lampu tidak pas merah ketika kita melewati salah satu perempatan,
  • dapat parkir di lokasi yang lebih strategis ke lift,
  • waktu antri lift lebih singkat 1 menit,
  • dll… dll… dll…

Andai kata satu saja dari berbagai alternatif itu bisa terjadi, barangkali kasus terlambat itu tidak akan terjadi.

.

Adapun dalam skala yang agak lebih besar, dalam kehidupan kita banyak sekali ternyata FAKTOR EKSTERNAL yang akan menghampiri atau berpapasan dengan kita dan akan menjadi faktor penentu liku-liku kehidupan kita. Menyadari adanya kausalitas yang sangat maya dan global tersebut, maka banyak orang yang merujuk pada “The Invisible Hand”… atau lebih jauh lagi pada Sang Pencipta sebagai sutradara besar yang menjadi dirigen atas miliaran atau triliunan kejadian-kejadian kecil setiap detiknya di dunia ini.

Saya sih cuma tahu kulit-kulitnya saja dan nggak tahu persis atau mendalam tentang paham Determinisme atau lebih ekstrim lagi Fatalisme yang sangat ekstrim memandang nihilnya kehendak bebas atau Free Will.

Akan terlalu repot bagi saya untuk memikirkan keruwetan filosofis dari istilah-istilah atau paham-paham tersebut di atas. Paling tidak, satu hal kecil yang bisa saya ambil sebagai pelajaran adalah betapa kecilnya kekuatan kita untuk memegang kendali penuh atas hidup kita. Sama sekali bukan mengeliminasi yang namanya usaha, tapi hal ini justru semakin menguatkan hati saya dalam melakukan hidup sehari-hari. Bahwasanya kegagalan bukanlah mutlak karena kesalahan kita, begitu pula kesuksesan bukan semata-mata kehebatan kita.

Serasa diingatkan kembali akan hal tersebut, menjadi semacam reminder bagi saya untuk tidak memegahkan diri atas kesuksesan-kesuksesan dalam hidup ini. Bisa jadi kesuksesan-kesuksesan tersebut terjadi akibat kebetulan ini dan kebetulan itu…

Di sisi lain, tentang kegagalan-kegagalan yang saya alami juga rasanya tidak perlu disesali secara berkepanjangan karena yang menjadikan kita gagal atau sukses adalah bukan hasilnya melainkan bagaimana kita menjalaninya.

Jadi ingat nih, kalau pas ada acara Motivator – motivator di radio yang sangat inspiratif. Kalau mendengar ada yang bilang “Success is in your hand”… THINK AGAIN deh… He he he…

Salam damai…