Tag

, , , , , , , , ,

Menyambung lagi dari wisata rasa sebelumnya:

WISATA RASA – SOLO bagian 2

WISATA RASA – SOLO Tambak  Segaran

Liburan kemarin menyempatkan lagi mencoba beberapa kuliner di kota Solo, walau dalam waktu yang cukup sempit dan stamina yang sudah terkuras akibat 2 hari bermacet-macet Jakarta – Surabaya – Solo.

Kupat Tahu pasar Gawok

Kali ini diawali sarapan pagi hari di Pasar Gawok.

Sepiring Kupat Tahu yang segar langsung saya pesan di salah satu los di Pasar Gawok yang khusus jualan makanan. Di pikulannya terlihat ketupat banyak banget, saya heran kok ya habis juga itu ketupat sebanyak itu. Berarti omsetnya nggak sedikit juga ya…

.

Kupat Tahu - Pasar Gawok Solo

Sedikit berbeda dengan Kupat Tahu yang biasa saya makan di tempat saya dibesarkan (Cilacap – Purwokerto), kupat tahu Solo ini lebih ringan adonannya sehingga lebih memberikan nuansa segar dibandingkan nuansa pekat dan mantepnya kupat tahu Banyumasan.

.

deretan warung Pasar Gawok

.

Sate - Gule - Tengkleng

Ada sate, ada gule, ada tengkleng, ada soto, ada tahu kupat, ada juga makanan kecil macam gethuk, tiwul, gatot, dll.

Kalau di lain tempat, sate biasanya disantap siang hari dan lebih mantap lagi malam hari… lain halnya dengan di Solo. Sate adalah menu pagi hari!!! Jadi pagi hari itu tukang sate ada yang keliling, ada juga yang sudah mangkal di pasar. Barangkali masyarakat Solo termasuk yang sudah sadar pentingnya sarapan bagi tubuh, sehingga bagi mereka sarapan atau makan pagi haruslah penuh dengan nutrisi dan karbohidrat. Wajar saja, sate rasanya kurang pas kalau tidak disantap bareng nasi.

Seperti halnya di daerah lain, Sate Kambing sudah lazim disandingkan dengan Gule Kambing. Hanya saja khusus di Solo ada tambahan lagi yaitu menu Tengkleng Kambing – semacam gule kambing yang jauh lebih encer, biasanya berisi tulangan atau kepala kambing. Lebih jelas tentang Tengkleng ini sudah pernah saya bahas di WISATA RASA – SOLO bagian 1.

Selesailah pagi hari yang indah itu dengan Kupat Tahu yang bersemayam dengan damai di perut, dan mengitari kawasan pasar yang menawarkan berbagai jenis makanan dan kudapan nikmat.

.

Sate Tambak Segaran - Solo

Siang hari saya cari Sate Kambing, rasanya belum puas kalau belum menyantap kambing selama di Solo. Kembali saya menyambangi kawasan Widuran atau Jl. Sutan Syahrir tempat mangkalnya Sate Kambing Tambak Segaran.

*Kuis berhadiah: coba cari apa yang aneh di foto Sate Tambak Segaran – Solo di atas…

Memang sate yang mak nyus ini sudah pernah saya kupas tuntas di tulisan saya sebelumnya WISATA RASA – SOLO Tambak  Segaran.

Tetapi ada yang baru saya tahu dan ingin saya bagikan di sini…

Jadi ternyata, Sate Tambak Segaran yang di kawasan Widuran itu dioperasikan oleh 2 pihak (kakak beradik sih…). Dan uniknya, mereka bergantian jualan setiap 2 minggu. 2 minggu ini oleh sang kakak, 2 minggu berikutnya giliran sang adik. Begitu tutur pelayan yang sempat saya ajak ngobrol… Lokasinya sama, hanya saja gerobak dan menunya sedikit berbeda. Beruntung juga saya ke sini 2 kali bisa pas dapat 2-2nya jadi bisa tahu semua.

.

Sate Buntel & Sop Sum-Sum Tambak Segaran

Kalau pada kunjungan saya pertama disuguhi Sate Buntel dan Kikil Goreng yang mak nyus, maka kali ini Kikil Goreng tidak tersedia di daftar menu… di sisi lain muncul Sop Sum-sum yang setelah saya pesan rasanya mantep banget.

Disajikan satu piring penuh berisi sekitar 10 ruas tulang, di mana masing-masing tulang tersebut terisi dengan sumsum penuh dari ujung ke ujung. Tinggal disedot, mak Sluuurrrrppp…. nyam nyam nyam… uenak tenan… Didorong dengan suapan kuah segarnya makin menambah gurih sum-sum tadi.

Sate Buntelnya sendiri sedikit lebih kecil dibandingkan versi saudaranya, tetapi rasanya 11-12 deh.

.

Nasi Liwet Yu Sani - Solo Baru

Malam hari menjelang, pukul 6 sore menyempatkan diri mampir (lagi) ke Nasi Liwet Yu Sani yang berlokasi di kawasan Solo Baru. Masih mak nyus seperti biasanya, memberikan kehangatan di perut untuk tidur sebentar sebelum malamnya mau nonton Belanda vs Brasil…

Liburan memang nikmat…🙂

Salam damai.