Tag

, , , , , , , , , , , ,

Sepiring Nasi Jamblang Cirebon

Wisata kuliner yang berakar pada kaum proletar punya keunikan sendiri, dan masing-masing daerah ternyata memiliki sejarah dan citarasanya masing-masing dengan keunikannya yang berlainan.

Di Jawa Tengah kita mengenal nasi kucing alias sego kucing alias Hik di daerah Solo, yang lebih dikenal dengan angkringan di Jogjakarta. Di Cirebon, terkenal dengan nasi jamblang-nya yang khas.

Sambil meniti jalan kembali dari Surabaya menuju ke Jakarta, mampirlah saya ke Cirebon sekalian mengistirahatkan mobil dan kaki ini. Browsing sana-sini, dibantu dengan Garmin GPS… ternyata Nasi Jamblang yang terkenal di Cirebon hanya sepelemparan batu dari hotel tempat saya menginap.

.

Nasi Jamblang Mang Dul - Cirebon

Nasi Jamblang Mang Dul, berlokasi di perempatan seberang Grage Mall. Saya datang ke situ jam 1 siang, warung ramai… begitu sampai di meja, lauknya beberapa sudah habis. Memang kata penjualnya sebelum jam 2 biasanya sudah habis. Dan yang menakjubkan, BUKA MULAI JAM 4 PAGI!!!

Besoknya saya mau buktikan, tapi berhubung malamnya nonton Piala Dunia dulu jadi gagal deh bangun jam 4 pagi. Tapi nggak papa, potret tersebut di atas saya jepret jam 6 pagi. Jalanan masih relatif sepi, tapi di depan Nasi Jamblang Mang Dul sudah ramai berjajar motor pada beli nasi jamblang di jam sepagi itu. Mantap…

.

Deretan Menu Nasi Jamblang Cirebon

Ada sayur tahu, ada semur daging, ada telur dadar, ada gorengan tahu tempe dan jambal, ada sate usus, dan masih ada beberapa lauk lainnya. Semua terhampar berjajar paralel di sebuah meja panjang di pojok warung makan tersebut. Khusus untuk Nasi Jamblangnya, terdapat di keranjang belakang… kita tinggal bilang mau 1 bungkus, 2 bungkus, atau malah 3 bungkus. Berhubung saya sudah bukan dalam masa pertumbuhan, porsi saya cukup 2 bungkus saja.

Saya coba telusuri sejarah nasi jamblang ini, ternyata bermula di daerah pinggiran Cirebon – kemudian berkembang di daerah Jamblang. Awalnya Nasi Jamblang ini diperuntukkan sebagai makanan para pekerja, dan tidak dibungkus dengan daun jati seperti sekarang ini melainkan dengan daun pisang. Seiring dengan makin tenarnya nasi jamblang ini, maka perlu dicari pengganti daun pisang yang makin langka dan mahal. Terpilihlah daun jati yang ternyata malah lebih ulet seratnya. Jadilah Nasi Jamblang berbungkuskan daun jati seperti yang menjadi ciri khasnya yang kita kenal saat ini.

Seperti sudah saya duga, nasi jamblang yang kental bernuansakan kaum pekerja menuntut warung nasi jamblang untuk buka dari pagi hari. Jadilah nasi jamblang ini sebagai perlambang giatnya kaum pekerja yang sudah harus mengisi energinya dari pagi-pagi buta.

.

Di sisi lain, Sego Kucing alias Warung Angkringan memiliki nuansa yang sedikit berbeda.

Angkringan Kopi Jos - Jogjakarta

Angkringan di Jogja ini pernah saya tulis di tulisan saya WISATA RASA – JOGJAKARTA. Tapi bukan menu nasi kucing atau kopi josnya yang mau saya bahas kali ini, melainkan bagaimana angkringan ini mewarnai kehidupan masyarakat di Jawa.

Sedikit berbeda dengan nasi jamblang yang sudah mulai membuka lapaknya jam 4 pagi, dan siang hari habis justru angkringan atau warung hik bisa jadi baru tutup setelah jam 12 malam. Apabila nasi jamblang sangat kental menyiratkan etos kerja yang tinggi dari mulai pagi hari, maka angkringan merupakan perlambang nuansa persaudaraan yang erat antar warga di kampung-kampung di Jawa. Warung angkringan bukanlah sekedar tempat makan atau minum belaka, lebih dalam daripada itu di situlah terjadi pembicaraan-pembicaraan hingga larut malam. Tinggal pesan segelas kopi, sambil cemal cemil gorengan… jadi deh ngobrol ngalor ngidul sampai tengah malam.

.

Menyelami kehidupan masyarakat memang bisa dilihat dari makanannya. You are what you eat, begitu orang Sunda bilang.

Ketika dihadapkan dengan beban pekerjaan yang membuat stress dan pusing, ada baiknya mengingat Nasi Jamblang. Mengingat bagaimana para pekerja makan nasi jamblang pagi-pagi buta demi pekerjaan berat yang menunggunya, rasanya malu untuk berkeluh kesah atas pekerjaan yang saya punyai saat ini.

Ketika dihadapkan dengan tumpukan pekerjaan yang menuntut kita lembur hingga tengah malam, ada baiknya mengingat Warung Angkringan. Bahwasanya masih ada kehidupan bersaudara di luar sana, berbagi kehidupan dengan saudara, keluarga, dan tetangga… perlu direnungkan kembali arti dan tujuan kita bekerja.

Salam damai…

catatan: secuplik sejarah nasi jamblang saya ambil dari http://makanankhascirebon-segajamblang.blogspot.com/