Tag

, , , , , , , , ,

Jakarta Macet - HR Rasuna Said

.

Foto di atas saya ambil dari dalam mobil di tengah kemacetan Jalan HR Rasuna Said sekitar Jembatan Menteng menuju ke arah Mampang. Waktu itu sekitar jam 6 sore, pastinya pas puncak arus pulang kantor jam segitu. Kondisinya bukan lagi padat merayap, tapi lebih banyak berhentinya dibanding merayapnya. No wonder, saya bisa dengan leluasa memotret dengan kamera handphone. Tahu sendiri kan, motret pakai kamera handphone apalagi kondisi malam hari butuh shutter speed yang rendah alias butuh ketenangan dalam memotret. Jadi kalau bisa dapat foto tanpa shake, artinya kendaraan berhenti cukup lama… (kalau noise-nya harap dimaafkan, keterbatasan sensor size sulit untuk disiasati)

.

Kuningan macet dua arah...

.

Ternyata kemacetan bukan hanya yang menuju Mampang, tetapi dua arah!!! Menuju Menteng pun macet juga. Hebat memang Jakarta kita ini… Begitu banyak mobil, begitu banyak orang lalu lalang, entah ngapain aja orang-orang itu.

.

Akhir-akhir ini banyak sekali orang mengeluhkan tentang KEMACETAN DI JAKARTA. Banyak yang menanti hasil karya dari yang mengaku sebagai “ahlinya”. Banyak juga yang sampai melontarkan wacana memindah ibukota dari Jakarta ke kota lain yang saat ini belum sepadat Jakarta. Ada juga yang melontarkan berbagai pendapat untuk mengurangi kemacetan Jakarta. Semua itu dipikirkan dan dilontarkan sambil tetap berkontribusi memacetkan Jakarta, yaitu dengan tetap berkendaraan pribadi… menunggu suatu waktu ada keajaiban entah dari mana…

.

Saya bukan ahli planologi, bukan juga ahlinya.

Saya cuma rakyat Jakarta biasa, nggak terlalu berharap akan kebijakan makro yang akan mengeliminasi kemacetan Jakarta dalam waktu singkat.

Saya lebih berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk ikut mengurangi kemacetan di Jakarta. Selain pakai public transportation, satu hal yang sudah saya lakukan adalah BIKE TO WORK.

.

BIKE TO WORK

*to rekan-rekan BTW mohon ijin nongolin logo ya…

.

Biar saja orang bilang BIKE TO WORK itu makan asap, saya yakin masih lebih sehat bersepeda di tengah kemacetan daripada duduk diam di mobil ber-AC.

Biar saja orang bilang BIKE TO WORK itu ibarat menggarami lautan. Katanya ketika 99,9% orang tetap berkendaraan pribadi maka 0,1% tidak ada signifikansinya.

Ada satu quote yang mungkin cocok untuk kita renungkan terkait hal ini:

.

We ourselves feel that what we are doing is just a drop in the ocean. But the ocean would be less because of that missing drop.

(Mother Teresa)

.

Barangkali adalah hal kecil yang kita lakukan, tetapi itu tetap jauh lebih baik daripada kita tidak melakukannya sama sekali.

Salam damai…