Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

@ Downhill Telaga Warna Puncak

.

2 minggu lalu merasakan adrenalin bergejolak di trek downhill Telaga Warna dan tanjakan “ngehe” di Rindu Alam – Taman Safari. Sepeda sampai belepotan, bannya kayak donat. Setelah melahap turunan tengah hutan, siap menanti di depan turunan kebun teh. Sempat satu kali merasakan keintiman dengan bumi tercinta, alias jatuh terjerembab di salah satu spot yang lumayan drop off…🙂

Mountain Biking, alias bersepeda melintas hutan dan alam bebas memang memiliki keasyikan tersendiri. Setelah adrenalin dipompa saat menuruni bukit yang curam, disuguhi tanjakan dengan kemiringan yang sadis dengan jarak yang membuat betis dan paha terasa terbakar dan paru-paru sampai megap-megap… Serasa “siksaan” belum cukup, masih ada lagi turunan jalan berbatu yang membuat seluruh badan bergetar sampai-sampai dunia terasa bergetar saking besarnya vibrasi yang tidak mampu diredam oleh sepeda Hardtail saya.

.

.

Xtrada narsis di Telaga Warna - Puncak

.

Di antara “siksaan-siksaan” tadi di atas, juga terselip nikmatnya udara sejuk pegunungan dengan berbagai panorama yang bisa dinikmati sambil istirahat ambil napas dan mendinginkan betis yang rasanya seperti terbakar.

Ada telaga yang hijau… ada hamparan kebun teh… dan ada pula teh-teh geulis (ups…), hitung-hitung mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan.

Untuk bisa menikmati siksaan yang nikmat itu semua, sepeda (dan orangnya) harus diangkut pakai mobil ke Gadog untuk kemudian dimasukkan angkot naik ke atas. Banyak angkot yang setiap Sabtu / Minggu pagi sudah berjajar rapi di masjid Gadog menunggu para mountain biker untuk diantar ke drop point di sekitar restoran Rindu Alam Puncak.

Nah minggu lalu, ceritanya lain lagi…

Kali ini menunya adalah trek jalan raya dalam kota Jakarta, yaitu ECO BIKE.

.

.

Xtrada narsis di bundaran HI

.

Kalau trek dalam kota lain lagi tantangannya. Tidak ada tantangan turunan downhill yang memompa adrenalin, yang ada adalah aspal mulus yang menggoda untuk memacu sepeda sekencang mungkin sampai kemudian ngos-ngosan dan sadar bahwa kita masih harus simpan tenaga untuk pulang. Tanjakan yang pasti menantang adalah fly over, dan celakanya banyak flyover yang tidak bisa dilewati dari bawah. Contohnya, di jalur Casablanca tercatat ada paling tidak 4 flyover/underpass yang harus mau tidak mau kita lewati. Lumayan juga sih rasanya di betis…🙂

Tantangan lain kalau mau ikut semacam FUN BIKE, ECO BIKE, atau CAR FREE DAY adalah: CAR / MOBIL.

Memang godaan untuk ngangkut sepeda pakai mobil ke tempat start cukup menarik, jadi sampai di lokasi start tenaga masih full… penampilan masih fresh… dan nggak perlu bangun lebih pagi.

Tapi kalau dibaca lagi judul event-nya dan filosofi bersepeda, sepertinya agak kurang pas kalau di hari yang didedikasikan untuk LINGKUNGAN / ECOLOGY – dan di hari yang dikhususkan untuk CAR FREE / BEBAS KENDARAAN BERMOTOR malah memicu kita untuk memutar kunci starter mobil kita. Barangkali kalau bumi ini boleh memilih, dia akan lebih senang pada orang-orang yang nggak ikut ECO BIKE atau CAR FREE DAY dengan bersantai di rumah – daripada biker-biker yang ke lokasi start pakai mobil.

Memang sulit ya… sama saja sebenarnya kasusnya dengan bersepeda di Puncak. Yang biasanya kita hanya santai-santai di Jakarta, karena hobi bersepeda yang (katanya) cinta alam malah jadi ikut mengasapi kawasan Puncak. Barangkali bisa sih genjot dari Jakarta, tapi kayaknya saya belum sampai level Betis Malaikat… he he he…

Tulisan ini bukan dalam rangka menghakimi lho ya, tapi buat saya paling tidak sebagai personal reminder saja. Kan kata salah satu orang besar yang saya kagumi quote-nya: If you judge people, you have no time to love them. Mudah-mudahan saya terus diingatkan untuk tidak menghakimi, apalagi pakai cara-cara anarki (lho kok jadi ngelantur…)

Ya begitu deh, saya juga selalu berusaha seminimal mungkin menyumbang emisi karbon bagi bumi ini. Barangkali nggak harus langsung, bolehlah sekali-sekali asal nggak sering. Nggak perlu dari hal yang besar deh, dari hal yang kecil saja… demi bumi yang lebih indah bagi anak cucu kita.

Salam damai…