Tag

, , , , , , , , ,

Inside Akbar Tomb - AGRA

.

Indah… Cantik… Detil yang mempesona…Itulah kesan yang saya dapatkan manakala memasuki Akbar Tomb di AGRA – India.

Detil paduan dari pahatan marmer, lukisan, dan keramik ditambah lampu gantung klasik menggambarkan tingginya tingkat kebudayaan Islam yang pernah berkuasa di India ratusan tahun yang lalu. Maka tak heran kalau sebagian besar obyek wisata di Agra adalah wisata after life, alias wisata mengunjungi kuburan. Kalau dipikir, bangsa India yang mayoritas agamanya Hindu tidak akan memiliki makam yang dahsyat, tetapi ternyata makam-makam yang super indah itu merupakan peninggalan dinasti Islam yang berkuasa di India pada jaman dahulu. Mogul salah satunya.

.

.

.

Outside Akbar Tomb - AGRA

.

Ini penampakan Akbar Tomb dari luar, termasuk kecil dibandingkan keajaiban dunia yang ada di Agra juga. Tapi yang pasti walaupun kecil tapi indah. Kedatangan kita disambut oleh taman rumput hijau dan air mancur, hingga kompleks makam di dalam dan (biasanya) disertai masjid di sebelahnya.

.

.

.

Outside Agra Fort - AGRA

.

Lepas dari wisata makam, berkunjunglah kami ke AGRA FORT. Ini adalah bentengnya raja Mogul Shah Jahan, yaitu sang raja yang memerintahkan membangun Taj Mahal untuk istrinya dan dia.

Seperti benteng pada umumnya, pastinya ketinggian tembok menjadi penentu utama. Di dalamnya terdapat kompleks istana. Tidak ada yang terlalu spesial di sini, kecuali foto di bawah ini.

.

.

.

King's bedroom, Agra Fort - AGRA

.

Ini dia, ruang peraduan sang raja (kalau benar kata guide saya). Konsep ruang peraduan yang luas dan terbuka, hanya dibatasi barisan tiang penyangga atap bangunan tersebut.

Apakah yang tercermin dari sini saya juga kurang tahu persis. Apakah itu melambangkan transparansi sang raja, seperti tidak kalau mengingat kediktatorannya menindas rakyatnya demi membangun Taj Mahal. Apakah itu melambangkan pengumbaran nafsu, sepertinya tidak juga kalau mengingat dinasti tersebut dinasti yang beragama (dalam hal ini Islam). Entahlah…

.

.

.

Beggars - AGRA

.

Mumpung belum lupa, nggak beda jauh dengan di Indonesia… di sana pun banyak yang namanya PENGEMIS.

Nah, bagi para fotografer rupanya mereka sudah biasa menjadi obyek foto yang menarik. Dan untuk jeprat jepret tersebut mereka minta beberapa rupee dari kita. Nggak di sini nggak di sana, di mana ada uang di situ orang datang.

.

.

.

Outside Taj Mahal - AGRA

.

Foto bangunan itu barangkali kurang familiar, tapi itu adalah gerbang luar menuju Taj Mahal. Satu yang membuat saya agak kesal, tarif masuk untuk wisman sekitar 4-5 kali dibanding wisdom. Nah saya kan masuk wisman di sana, jadilah bayarnya mahal banget, kalau orang Eropa atau Jepang sih oke aja… lha ini gaji rupiah coy…

Gerbang depan bernuansa khas sama dengan kompleks lainnya yaitu didominasi bata merah dengan aksen marmer tapi tidak mendominasi.

Bersiap-siaplah saya memasuki salah satu keajaiban dunia, buah kerja keras rakyat India selama puluhan tahun demi “rasa cinta” sang raja kepada istrinya. Lebih tepatnya, pengorbanan rakyat India bukan demi rajanya – tetapi demi seorang suami yang kebetulan jadi raja.

.

.

.

Taj Mahal - AGRA

.

Di lorong masuk menuju Taj Mahal. Kalau foto di atas pasti langsung pada tahu ya itu di mana…

Aura kemegahan dan kecantikan terasa walapun bangunan itu masih ratusan meter di depan sana. Berdesakan dengan ratusan orang lainnya… begini banyak orang, hampir semuanya India. Ya iyalah!!! Namanya juga lagi di India.

.

.

.

Taj Mahal - AGRA

.

Untuk membuat sebuah foto yang indah dan spektakuler, dibutuhkan 3 komponen utama: FOTOGRAFER – GEAR / ALAT – TIMING / LUCK.

Pada saat itu skill fotografi saya masih tahap belajar banget (sekarang belajar aja, nggak pakai banget), gear cukuplah, tapi yang pasti lagi nggak beruntung. Kebetulan (lebih tepatnya kesalahan) waktu itu kolam air mancur sedang dalam pembersihan. Huh!!! Jadilah foto tampak frontal Taj Mahal ini menjadi KERING… Hu hu hu…

Belum lagi background langit Agra pada khususnya, dan India pada umumnya Flat banget. Lengkaplah sudah penderitaan fotografi saya…

.

.

.

Taj Mahal - AGRA

.

Harus diakui, Taj Mahal memang memukau…

Besarnya jauh melebihi perkiraan saya, sangatlah besar untuk sebuah bangunan yang seluruhnya dilapisi marmer. Belum lagi bangunan sebesar itu dipenuhi dengan pahatan marmer yang cantik, yang butuh pengerjaan lama dan teliti.

Padang rumputnya benar-benar luas dan hijau. Memang hebat mereka dalam masalah rumput-rumputan ini (baca juga: Remembering India – Delhi).

Mulai saat itu, setiap kali mendengar Taj Mahal maka 2 hal yang “terasa” adalah (1) kecantikan dan kemegahannya; (2) penderitaan dan pengorbanan rakyat demi sang suami yang kehilangan cintanya…

.

Bagi Anda yang berencana ke Taj Mahal dan berniat potret-potret, berikut ini beberapa tips:

  • kalau bisa, cobalah sampai di lokasi sepagi mungkin. Selain lebih sepi sehingga bisa eksplorasi spot dengan leluasa, juga sudut matahari lebih nyaman.
  • cobalah angle yang tidak itu-itu saja, jangan hanya terpaku pada spot yang direkomendasikan guide.
  • cobalah potret Taj Mahal dari seberang sungai, atau dari Agra Fort (lebih tepatnya dari tempat Mogul Shah Jahan dikucilkan, dari situlah setiap hari dia memandang makam istrinya dari kejauhan. Katanya….)

INDIA memang negeri yang unik…

.

Salam damai…