Tag

, , , , ,

Catatan Si Boy...

.

Buat yang di pertengahan 80-an sudah punya uang saku buat nonton bioskop sendiri, saya yakin foto di atas sudah tidak asing lagi.  CATATAN SI BOY, legenda tahun 80-an. Seorang sosok ganteng, baik budi, tidak sombong, jagoan, alim lagipula pintar… dan yang pasti tajir!!!

Paramitha Rusady

.

Nah, salah satu lawan mainnya Mas Boy ya Paramitha Rusady ini. Barangkali di era 80 – 90an wajahnya banyak banget nongol dari mulai di televisi, majalah, koran, sampai di buku tulis anak-anak SD (salah satunya buku saya, he he he…).

Ngomongin Paramita Rusady dan Mas Boy, jadi ingat nih beberapa tahun yang lalu…

Jadi ceritanya waktu itu saya lagi bawa mobilnya Mas Boy, tepatnya mobil saya yang kayak punya Mas Boy – BMW 318 E30 ke bengkel langganan. Itu mobil juga nggak kalah legendarisnya dibanding film Mas Boy sendiri. Ikonik banget deh 318 itu, simbol anak muda pada jamannya. Saya aja yang telat beberapa tahun memilikinya, he he he…

Ini lho sosoknya, sang E30 yang sampai bikin Richard Hammond TOP GEAR kesengsem…

I really miss my BMW 318 E30 M40...

.

Selagi mobil dalam penanganan montir, saya nongkrong di ruang tunggu. Di samping saya ada kasir (yang punya bengkel), dan dari jendela sesekali para montir nongol buat minta sparepart.

Seperti biasa, antara para montir dan enci kasir saling sahut-sahutan sambil teriak tentunya… maklum di bengkel, kalau bisik-bisik ya kalah sama suara mesin. Macam-macam yang jadi bahan obrolan mereka, dari mulai THR belum terima… gaji nggak naik-naik… sampai jadi ketawa sendiri mendengarnya.

Masih nyambung dengan Paramitha Rusady, enci kasir sempat bertutur bagaimana dia terpana waktu Paramitha Rusady datang ke bengkelnya untuk service mobilnya. Katanya, “Wah cantik banget… kulitnya halus, orangnya baik, ngomongnya sopan, mobilnya bagus…” Ya iyalah mobilnya bagus, artis papan atas gitu loh… Kelihatan bersemangat banget dia waktu cerita hal itu.

Nah di antara keluh kesah para montir yang dilontarkan dengan tanpa beban serius, tiba-tiba sebuah kalimat terlontar dari enci pemilik bengkel kepada salah seorang montirnya. Saya nggak ingat persis kata per katanya, tetapi kira-kira begini : “YANG NIKMAT ITU PERJUANGANNYA, BUKAN HASILNYA”.

Begitu kalimat yang diberikan sang pemilik bengkel untuk menimpali montirnya yang mengeluh tentang beban hidupnya. Jadi menurut dia, yang indah itu adalah perjalanan menuju sukses – dan bukan kesuksesan itu sendiri.

Sampai di perjalanan pulang sambil nyetir, dan sampai sekarangpun saya masih terus merenungkan sebaris kalimat singkat itu. Singkat tetapi perlu perenungan dan pengalaman hidup untuk memahami secara keseluruhannya.

Satu hal yang pasti, akan lebih mudah untuk menikmati perjuangan ketika seseorang sudah berhasil dalam perjuangannya. Emang enak untuk mengingat jerih payah dan kerja keras sambil duduk santai dan minum teh, dibandingkan menikmati kerja keras sambil berkeringat kepanasan di tengah serbuan asap knalpot… Tapi walaupun nampaknya “easy for you to say”, nggak ada salahnya tetap mencoba kan.

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah…

Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik…

Salam damai…