Tag

, , , , , , , , ,

Terkapar penuh lumpur, tergolek kelelahan…

.

 Harap jangan bingung kalau lihat judulnya Wisata Rasa Pecak Gurame tetapi gambar yang nongol kok gambar sepeda… Ini hanya preface, bahwa Sabtu pagi lalu saya dan istri gowes dulu di hutan UI (Universitas Indonesia). Menyusuri semak belukar dan lumpur pinggir danau hutan UI, dipayungi rindangnya pohon dan udara yang segar… Mantap!!! Tidak terasa sekitar 2 jam berkutat di hutan, hingga akhirnya keluar hutan kembali ke peradaban.

Selesai menerabas hutan, kondisi badan penuh lumpur dan perut keroncongan. Pagi sebelum gowes belum sarapan, jadinya perlu kalori pengganti setelah 2 jam lebih nggenjot sepeda. Rekan-rekan pada makan di kantin UI, mungkin sekalian cuci mata ya… he he he… Adapun saya dan istri pamit, meluncur ke warung makan favorit kami yang tidak jauh lokasinya dari UI: Warung Pecak Gurame H. NASUN – Jl. Kahfi II.

Ini dia menunya:

  • Pecak Gurame
  • Pecak Gabus
  • Pucung Gabus
  • Sop
  • Tempe Goreng
  • Sambal Pete
  • Lalap (gratis)
  • Pisang (gratis juga, selagi ada)

 

.

.

PECAK GURAME
.
Menu utama alias andalan warung ini adalah PECAK GURAME. Gurame digoreng dahulu, baru kemudian ketika dipesan baru disiram dengan bumbu pecak. Ukuran gurame yang disajikan ada yang sedang – disajikan utuh, dan ada gurame besar – disajukan per potong, biasanya untuk porsi perorangan.
Kuah pecaknya nggak terlalu pedas, segar dan mak nyus polll… Kelihatan pakai tauco, tapi segar sekali. Sangat pas disantap di siang hari, sesuai jam bukanya warung ini – sekitar jam 10 pagi s.d. habis. (catatan: sekitar jam 12 kadang sudah habis).
.
.
.

PECAK GABUS

.

Menu kedua yang kami pesan: PECAK GABUS. Biasanya ikan gabus di warung Betawi ini dimasak PUCUNG, tetapi kebetulan pagi itu kami belum sarapan jadi sepertinya bumbu pucung yang lebih asam dibandingkan pecak terasa kurang pas di perut.

Ikan gabus tidak selalu tersedia, karena memang mungkin supply gabus sudah makin menipis. Jadi pas ada, rasanya sayang kalau tidak saya nikmati. Jadilah akhirnya saya minta gabusnya dibumbu pecak.

Serat dan rasa ikan gabus yang lebih liat dibandingkan gurame terasa sangat cocok juga dengan bumbu pecak. Jadi PECAK GABUS ini juga masuk kategori mak nyusss….

.

.

.

MENU LENGKAP (KALAP)

.

Nah, beginilah pemandangan yang tersaji di depan kami – 2 orang yang belum sarapan dan habis melalap trek hutan UI.

Paduan bumbu pecak yang segar + ikan yang pas seratnya + tempe goreng yang gurih, benar-benar memanjakan lidah dan perut kami.

Pulangnya kami “mbungkus” pecak gurame, berhubung pisang di warung makan ini GRATIS maka kami ambil 2 buah pisang sekalian untuk dibawa pulang. Lihat kami mengambil 2 buah pisang, Pak Haji langsung kasih kami bonus 1 sisir pisang masuk ke kantong plastik. MAKASIH PAK HAJI….🙂

Salam damai…