Tag

, , , ,

Di halaman depan GIRISONTA - UNGARAN

 .

25 Desember 2010, pukul 10 pagi.

Setelah semalam mengikuti misa malam Natal di gereja Girisonta, paginya saya sekeluarga menyempatkan melihat Girisonta di bawah sinar matahari…

 Kompleks Girisonta di Ungaran ini cukup luas, di mana didalamnya terdapat Gereja, tempat retret, sekolah, dan tempat tinggal para frater, pastur/romo. Di Girisonta ini pula para “pensiunan” pastur/romo dari komunitas Jesuit bisa menghabiskan masa tuanya, seperti Kardinal Julius Darmaatmadja SJ yang merupakan mantan Uskup Agung Jakarta hingga tahun lalu. Dalam misa semalampun beliau masih memimpin misa.

Di bagian agak belakang kompleks Girisonta terdapat pemakaman para pastur Jesuit. Dari mulai para pastur jaman Hindia Belanda hingga masa kini.

Ada 2 jenis pemakaman di sini, kayak perumahan aja –> ada tipe landed house (alias yang nempel tanah) dan high rise building (alias yang nggak nempel tanah seperti apartemen). Tipe “apartemen” baru  muncul belakangan, saya nggak tahu persis apakah ini karena mengantisipasi keterbatasan lahan ataukah ada alasan lain.

Ini yang tipe pertama…

Makam pastur Jesuit - Gisonta Ungaran

.

Dan ini yang tipe kedua…

Makam pastur Jesuit – Girisonta Ungaran

.

Berada di kompleks ini, terbayang di benak saya sosok-sosok yang terbujur di sini… sumbangsih yang sudah mereka berikan kepada kemanusiaan dan agamanya… hingga rela meninggalkan keduniawiannya, mendarmabaktikan seluruh hidupnya demi kebaikan melalui apa yang dipercayainya. Sungguh suatu bentuk kepercayaan sangat sangat total.

Saya sendiri kalau ditanya “kamu itu siapa?”, maka jawabannya bisa bermacam-macam.

  • Saya seorang WNI.
  • Saya seorang karyawan.
  • Saya seorang ayah dari 2 anak.
  • Saya seorang anu, itu, a, b, c, bla bla bla…

Tapi untuk beliau-beliau yang bersemayam di sini, barangkali kalau ditanya dengan pertanyaan yang sama maka jawabannya cukup singkat “Saya adalah hamba Allah”. Wah, sungguh hebat… Jadi berasa pengen malu nih🙂

Mengunjungi Girisonta saya seperti diingatkan kembali betapa masih sangat sedikitnya manfaat keberadaan saya di dunia ini. Dari hari ke hari sibuk bekerja demi mengejar materi, sibuk dengan hobi yang barangkali hanya bermanfaat bagi diri sendiri, ada beberapa manfaat tapi paling luas manfaat paling ya buat keluarga sendiri. Wah, cemen banget ya… he he he…

Kepada para romo yang sudah damai bersamaNya di surga, salam hormat saya untuk Anda semua…

GIRISONTA

.

Salam damai…