Tag

, , , , , , ,

Menuju Bumi Perkemahan Sukamantri...

Jalan yang berliku, berbatu, dan mendaki, disertai dengus nafas dan aliran keringat menemani perjalanan menuju Bumi Perkemahan Sukamantri. Terletak sekitar 6 km dari kota Bogor, biasa menjadi salah satu tujuan para pecinta sepeda gunung…

Sekitar 2 km dari perempatan Ciapus, di antara jalan yang berliku, berbatu dan mendaki tersebut disuguhkan dihadapan mata pemandangan kota Bogor di kejauhan bawah sana… dan Gunung Salak berdiri tegar di atas sana…

Berlatarbelakang Gunung Salak...

Perjalanan menuju sini enaknya dimulai dari perempatan Ciapus (buat yang pecinta tanjakan sih silakan saja kalau mau mulai dari Bogor), kemudian naik ke atas nanti ketemu danau Tamansari di sebelah kanan. Naik lagi kita bertemu warung di pertigaan, nah di warung situ saya sarankan isi bensin dulu sebelum naik lagi ke atas.

Makanannya tidak ada yang istimewa, cuma sekedar pengganjal isi perut sebelum kita memulai pendakian…

Segelas es teh manis sebelum mulai mendaki...

Segelas es teh manis yang segar, ditambah 2 potong gorengan rasanya cukup untuk bahan bakar menuju ke atas. Jalan berbatu memang cukup menguras stamina, apalagi di saat batu-batunya bukanlah makadam melainkan batuan lepas… wah benar-benar menyerap momentum gerak dan mengeliminasi traksi dari ban sepeda kita. Sungguh siksaan yang mengasyikkan…

Udaranya sangat sejuk, bahkan meskipun kami melintasinya sekitar jam 10-11 yang tidak bisa lagi dikatakan pagi…

Sampai sekitar 1,5 km di atas warung, ketika beristirahat untuk mengambil napas dan mendinginkan betis yang terasa terbakar… muncullah para pengusung kayu bakar dari depan sana. Ha ha ha… di atas langit ada langit. Tak ada kesan lelah di wajah mereka, bahkan dengan 2 tumpuk kayu bakar di punggungnya… Jadi malu nggak sih… (gambarnya saya buat agak besar, biar kelihatan itu penggotong kayu bakar)

tampak muncul penggotong kayu bakar...

Andaikata jalan di situ mulus, barangkali lain lagi ceritanya. Bisa jadi hutan-hutan ini sudah gundul oleh penebangan liar dengan truk-truk yang leluasa naik turun mengangkut kayu.

Andaikata boleh memilih, biarlah kawasan-kawasan indah ini tetap pada status quo-nya tanpa tersentuh yang namanya pembangunan infrastruktur. Biarlah tetap indah apa adanya, seperti aslinya….

Salam damai…