Tag

, , , , , , , ,

Pedal (Penggemar Sepeda Lintasarta)

gowes Goenoeng Pantjar

Start @ Taman Budaya Sentul

.

Pagi hari sekitar jam 6:30, di Bukit Sentul masih diselimuti hawa yang cukup dingin… kamipun memulai hari dengan unloading sepeda masing-masing dari mobil. Setelah menembus pekatnya pagi dari Jakarta (dan ada yang dari Bogor), bersiap mendaki Gunung Pancar.

Berduabelas (kalau nggak salah hitung), kamipun siap-siap start dan tak lupa narsiscus dulu🙂

Selama beberapa kilometer pertama kami langsung dihadiahi dengan turunan panjang, bukannya gembira kami malah jadi berpikir keras. Kalau awalnya turunan, berarti nanti pas pulangnya akan dihajar tanjakan di akhir, hu hu hu….

Tak lama setelah turunan, melewati jalanan makadam maka sampailah di pertigaan warung tempat mulainya pendakian ke Gunung Pancar. Sebelum nanjak, dikasih turunan dulu buat ancang-ancang (sayangnya waktu itu belum tahu, jadinya nggak memaksimalkan turunan itu untuk nabung momentum).

Semangat menghadapi turunan...

.

Duet dari Sawangan

.

Nah, dari turunan tersebut sekitar sepanjang 1-2 km ke depan langsung dihajar dengan tanjakan yang super maniiiisss… panjang berliku dan tanpa ada ruas datar untuk ambil napas. Rombonganpun mulai tercecer.

Sampai di tempat ambil napas… terengah-engah berusaha mengambil napas di antara limpahan oksigen udara pegunungan.

berlatarbelakang Gunung Salak

.

Setelah nyawa mulai terkumpul kembali, sepeda kembali digenjot. Masih dengan tanjakan yang nggak kalah manisnya, hingga sampai di pintu gerbang masuk Gunung Pancar.

berhubung masih sendiri, jadinya foto sepeda aja

 .

Mr. Prima & rombongan Seli-nya

.

Sambil menunggu rombongan yang lain, di area pintu gerbang ini bisa buat istirahat meluruskan betis yang panas sambil mengisi perut dengan teh manis panas… (bukan hangat ya, tapi panas. karena memang panas banget, asli!!!).

bareng Mr. Aul, goweser Bogor

.

Srikandi-srikandi Pedal jadi background Xtrada-ku

.

15 menit cukuplah untuk mengembalikan napas yang tersisa satu dan dua serta suhu urat dan tendon paha-betis mulai kembali ke suhu normalnya.

Ketika stamina sudah terkumpul kembali, satu per satu kamipun mulai masuk ke kawasan Gunung Pancar. Menembus hutan pinus yang rindang, sejuk banget rasanya… Tanjakannya kembali berliku, tetapi kali ini agak tertolong oleh sejuknya pepohonan.

Nggak lama nanjak, ada papan penunjuk: PEMANDIAN AIR PANAS GOENOENG PANTJAR 250 M –> cihui, tinggal 250 meter lagi!!!

250 meter lagi!!!

.

Semangat langsung membara lihat tinggal 250 meter lagi!!!

Ah, ternyata yang dibilang 250 meter terakhir ini ternyata diakhiri dengan kemiringan yang cukup aduhai. Di sekitar 100 meter terakhir sudut kemiringannya cukup sadis, badanpun harus nggenjot sampai membungkuk ke depan supaya sepeda tidak terjengkang ke belakang. Dengan sisa-sisa semangat dan keringat yang ada, akhirnya finish juga!!!

Hosh… hosh… hosh… ayo absen dulu…

Senyum-senyum ceria member Pedal

.

Numpang nampang di Sebex

.

Perjalanan pulang relatif jauh lebih lancar. YA IYALAH, TURUN GITU LOH…

Tercatat speedometer pernah mencapai > 60 km/jam pas turunan panjang, ah nikmatnya….

Sampai di Taman Budaya Sentul sekitar jam 10, loading kembali ke mobil. Habis itu makan deh… mengganti kalori yang terbakar sepanjang pagi.

Hajar bleh... SATE PSK

.

Demikian liputan dari Goenoeng Pantjar Sentoel, tunggu liputan Pedal berikutnya: Test Endurance di Trek Cidampit (01) dan WISATA RODA: Test Endurance di trek CIDAMPIT (02)

Salam damai…

(photos are courtesy of Mr. Jati Santosa and me)