Tag

, , , , , , ,

Pedal (Penggemar Sepeda Lintasarta)

Test Endurance di trek Cidampit Serang (bagian 1)

Menyongsong pagi di TB Simatupang

.

Waktu masih menunjukan jam 5:30 pagi di kantor TB Simatupang…

Dengan bersemangat pagi, tim Pedal sudah bersiap loading puluhan sepeda ke truk. Terhitung sejumlah 18 sepeda naik ke truk untuk diangkut ke Serang Banten, menuju trek CIDAMPIT!!!

Sekitar jam 6 tepat, loadingpun selesai – dengan 2 sepeda terakhir yang naik dari rombongan Sawangan (5 menit lagi nggak dateng ditinggal tuh, he he he).

Setelah melewati tol menuju arah Serang yang banyak perbaikan, akhirnya menjelang jam 8 sampailah di Pendopo Serang. Check baby check, seluruh sepeda selamat sentosa sampai di tujuan. Thanks for the perfect loading, great job team!!!

Sepeda selamat sampai tujuan.

.

Senyum ceria dengan jersey baru

.

Di pendopo Serang, kami menantikan 2 rombongan lainnya datang untuk naik bareng dari starting point (sekitar 25-30 km dari Pendopo). Wah, sudah berangkat pagi-pagi ternyata masih nunggu rombongan lain…😦

Sekitar jam 8:30 akhirnya mulai meluncur naik menuju starting point. Sebenarnya bisa saja kalau mau start dari pendopo mulai digowes, tetapi karena dari awal kesepakatannya adalah nyari yang banyak turunan, maka lebih baik dimaksimalkan turunannya deh, he he he… Jam 9 tepat, akhirnya sampai juga di starting point. Yes!!!

Foto keluarga PEDAL di starting point trek CIDAMPIT

.

Berhubung trek Cidampit ini bukan untuk level beginner, maka Srikandi-Srikandi Pedal kali ini hanya 3 yang ikut. Demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Srikandi-srikandi Pedal

.

Jam 9:15 kayuhan pertama Cidampit dimulai.

Tidak lama menikmati jalur aspal menurun, belok kiri masuk ke hutan karet. Kecepatan langsung menurun drastis. Sepanjang entah berapa km, disuguhi jalanan tanah setengah makadam di hutan karet. 50% datar 50% menanjak, di sini rombongan mulai tercecer. Maklum karena rombongan yang jumlahnya > 50 sepeda, berbagai macam level pengendaranya jadinya terpecah jadi beberapa rombongan. Rombongan paling depan adalah rombongan Kang Wawan (leader sekaligus chef-nya Rumah Hutan) dkk. Kang Wawan memang harus sampai paling dulu di rumah hutan, karena beliau merangkap chef yang menyiapkan hidangan santap siang kami semua… Well done Kang Wawan!!!

Trek Hutan Karet

.

Rombongan 1 di stop point hutan karet

.

Mr. Bayu ngantri di single track

.

Setelah selesai melintasi trek hutan karet, kami diberi sedikit keringanan di 1 km trek aspal mulus. Nggak lama kemudian, masuk lagi ke jalan kampung… makin ke dalam makin kecil, hingga masuk hutan lagi. Kali ini menembus hutan, banyak single track, bahkan ada yang sampai melibas kubangan lumpur.

Bagaikan bernafas dalam lumpur

.

Satu hal yang membuat trek ini begitu menguras stamina, adalah kontur trek yang “mengocok” kami. Treknya diawali turunan singkat, lalu dihajar tanjakan. Hal tersebut berulang-ulang kali sehingga stamina terkocok dan terkuras habis. Sudah habis di situ, dikasih pula bonus lumpur-lumpur. Mantap betul, benar-benar siksaan yang nikmat…. ha ha ha…

Sekitar 3 jam disiksa dalam nikmatnya trek heavy cross country, dengan nafas yang terbetot dari raga… paha dan betis yang terbakar… dan lumpur yang menghiasi kaki, badan, hingga wajah kami semua… Serasa masih belum cukup, ditambah siksaan haus di akhir-akhir etape 1. Karena sekitar 1,5 jam terakhir benar-benar menembus hutan (nggak ada warung), sementara persediaan air minum menipis. Lengkaplah sudah cobaan ini🙂

Sekitar jam 12, sampailah di perhentian makan siang – RUMAH HUTAN.

RUMAH HUTAN - Cidampit

.

Untuk bagian 1 liputan Cidampit, sampai di sini dulu ya biar nggak kepanjangan.

Silakan tunggu lanjutannya di Test Endurance di trek Cidampit Serang (bagian 2)

Salam damai…

(photos are courtesy of Mr. Jati Santosa, Mr. Primarta, Mr. Iwan Rizal, and me)