Tag

, , , , , , ,

Poffertjes Puncak Pass

Secuil kenikmatan tempo doeloe…

.

Poffertjes + hot chocolate

.

Minggu lalu saya sekeluarga berkesempatan liburan di kawasan Puncak, dan setelah menikmati makan malam kemudian Sekarlangit anak saya kok tiba-tiba pingin makan poffertjes. Apa itu poffertjes? Ini definisinya dari Wikipedia:

Poffertjes (Dutch pronunciation: [ˈpɔfərcəs]) are a traditional Dutch batter treat. Resembling small, fluffy pancakes, they are made with yeast and buckwheat flour. Unlike American pancakes, they have a light, spongey texture. Typically, poffertjes are served with powdered sugar and butter.

.

Langsunglah kami naik menuju ke Puncak Pass, di situ ada sebuah resort dan resto dari jaman baheula. Waktu menunjukkan jam 9 malam ketika kami sampai di Puncak Pass Resort. Outdoor resto yang jadi favorit kami kalau jam makan pagi atau sore sudah ditutup karena sudah malam dan dingin. Jadi deh kami duduk di area lounge sekitar lobby dekat bar.

Seorang bapak-bapak melayani kami dengan ramah dan sangat rapi. Dalam bayangan saya, Bapak ini barangkali sudah lama sekali mendedikasikan dirinya untuk melayani di resto sini.

Tak lama kemudian pesanan kami datang juga –> sepiring poffertjes; hot chocolate; dan bajigur. Makanan yang kami pesan memang hanya sepiring poffertjes saja karena memang selain kami sudah makan malam, ternyata porsi poffertjesnya juga istimewa. Sepiring terdiri dari 4 poffertjes yang guede-guede…

Poffertjes + Bajigur

 .

Poffertjesnya gedenya agak nggak kira-kira, jadi sebenarnya satu piring cukup untuk berempat. Kalau mau buat berdua ya dijamin puas dan kenyang.

Satu hal yang istimewa dari poffertjes di sini, lapisan luar poffertjesnya saya bilang sempurna. Garingnya pas banget, dan rasa asinnya benar-benar jadi paduan yang klop banget dengan dalamnya yang agak manis. Ditambah lagi taburan gula halusnya jadi bikin rasanya lengkap. Empuk di dalam, garing dan gurih di luar. Manis di dalam, asin di luar, ditutup lagi taburan manis.

Habis 1 poffertjes, seruput bajigur hangat di tengah dinginnya malam hari di puncak.

Ahhhh… serasa menikmati kemewahan tempo doeloe dari para sinyo dan noni Belanda, dilayani oleh kacung-kacung bangsa kita tercinta ini. Memang nikmat rasanya ya jadi penguasa…

Salam damai…