Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

…BARONG DANCE…

 .

Entah untuk keberapakalinya saya menghirup atmosfer pulau Bali, dengan teriknya matahari Bali, wanginya dupa di sekitar Pura, hingga aroma harum turis bule ataupun asia yang lalu lalang…

Selain Jogjakarta, Bali merupakan destinasi wisata yang nggak pernah membuat saya bosan. Sebuah pulau yang dihuni orang-orang hebat. Orang-orang yang bisa dengan harmonis menjaga hubungannya dengan alam raya. Darah seni mengalir kuat di budaya mereka.

…Ibah Warwick – UBUD…

.

Kali ini saya (kami) memfokuskan kunjungan ke Bali untuk mengeksplorasi Ubud. Yang biasanya hanya kami kunjungi dengan one day trip, kali ini kami menginap di sana untuk lebih menikmati Ubud yang masih jauh lebih tenang dibanding hiruk pikuk Kuta Bali.

Numpang tidur, mandi dan sarapan di Ibah Warwick, sebuah villa di sudut jembatan Tjampuhan, sekitar 400 meter dari pusat Ubud (pasar dan puri Ubud). Recommended villa, for couples / grown ups!!!

…Rest and relax… (poolside Ibah Warwick – UBUD)

.

…there’s nothing like laying back at the poolside, in the middle of Ubud breeze with someone you love beside you…

Kuta panas… Ubud dingin…

Kuta ramai… Ubud sunyi… (kecuali pas siang hari, waktu turis dari Kuta pada tour ke Ubud)

Kuta pantai… Ubud gunung…

Kuta susah cari makanan “enak”… Ubud banyak…

Ini dia makanan “enak” itu…

…Pork Ribs @ Pundi-Pundi…

.

Dinginnya malam di Ubud, paling pas dihangatkan dengan sepiring pork ribs ukuran jumbo plus minuman yang menyegarkan (dicampur sedikit arak Bali biar makin joss…) Kalau mau nyobain menu ini, bisa ke Pundi-Pundi Resto. Cari aja atau tanya orang di sana, pasti tahu. Nggak usah pakai GPS-GPSan deh, biar kita bisa berinteraksi dengan sesama manusia, bukan dengan gadget melulu…

Nah ini makanan “enak” yang kedua…

Babi Guling / Suckling Pig – Ibu OKA UBUD

.

Namanya melambung setelah dikunjungi dan diliput Anthony Bourdain’s No Reservations, Babi Guling Ibu Oka jadi salah satu tujuan utama wisata kuliner di Ubud. Salah satu yang jadi andalan adalah kulitnya. Garing dan renyah di luar, lemak basah di dalam. Muak nyusss…

Ditemani sekaleng Green Sand, jadi deh pengisi perut dan pemanja lidah yang sangat pas di siang hari setelah bersepeda keliling Ubud.

Lanjut ke makanan “enak” selanjutnya, ini dia RAJAnya makanan “enak” di kunjungan ke Bali kali ini…

…Amazing Pork Ribs @ Naughty Nuri UBUD…

.

Pork Ribs @ NAUGHTY NURI. Sumpah enak banget… Begitu dagingnya kena di lidah, aromanya menembus dari rongga mulut ke arah hidung, digigit lembut dagingnya, dan waktu ditelan rasanya edan…

Terletak di depan museum Neka – daerah Campuhan sekitar 1 – 1,5 km dari puri Ubud adanya di sebelah kiri jalan kalau dari arah Ubud. Kira-kira nggak jauh dari Antonio Blanco, naik sedikit.

Very very highly recommended deh Pork Ribs-nya!!!

Ngeliat dimasaknya saja sudah bikin ngiler berat…

… Naughty Nuri – UBUD…

.

Bukanya saya nggak tahu persis jam berapa, tapi kalau nggak mau terlalu ramai datanglah jam 11-an. Memang belum jam makan siang untuk ukuran Bali, tapi saya mending begitu daripada harus ngantri. Nanti malah mood kulinernya hilang…

.

.

Selesai ngomong kuliner, Ubud menawarkan sajian tari di setiap pura kecil yang tersebar di beberapa sudut Ubud. Dua malam saya menikmati indahnya tarian di pura, bersama puluhan / ratusan turis asing. Jadi berasa Englishman in New York…🙂

Malam pertama adalah Kecak & Fire Dance @ Pura Batu Karu Ubud – sekitar 200 meter sebelah utara Puri Ubud.

Malam kedua adalah Barong & Keris Dance @ ARMA Museum Ubud – sekitar 1 km dekat Monkey Forest.

…Fire Dance @ Pura Batu Karu UBUD…

.

…Barong Dance @ ARMA Museum UBUD…

.

…Trance Keris Dance @ ARMA Museum – UBUD…

.

…Keris Dance & barong @ ARMA Museum – UBUD…

.

Sulit rasanya di jaman seperti ini setiap dusun masih bisa menjaga tradisi seninya hingga tetap terjaga dengan regenerasi yang mulus seperti di Ubud. Satu hal yang patut diacungi jempol!!!

…UBUD Landscape…

.

Terima kasih Ubud untuk segala keindahan yang engkau sajikan pada dirimu…

…Pasar UBUD…

.

Selamat berjuang UBUD… semoga engkau tetap indah dan unik, di tengah gelombang modernisasi. Semoga UBUD tetaplah seperti UBUD yang unik…UBUD yang indah…

at my extreme, JUST BE UBUD – DON’T BE INDONESIA…

Salam damai…

Surga kecil di sudut pulau Bali…

Bali never ending beauty 01