Tag

, ,

Lampu Merah Kehidupan…

.

Bike to work pagi ini memberikan pemahaman baru buat saya.

Berbeda dengan bersepeda di gunung, namanya Bike to Work itu hampir pasti kita akan ketemu Lampu Merah.

Waktu melewati persimpangan lampu merah dekat stasiun Jatinegara, lampu menyala hijau… sepedapun digowes meluncur kencang melewati lampu hijau, sambil bersyukur karena tidak harus berhenti (yang bagi gowes-er artinya harus hilang momentum dan memulai dari awal lagi) sehingga lebih cepat sampai kantor.

Waktu sampai di persimpangan Kuningan – Menteng, lampu menyala merah. STOP!!! Berhenti bersandar di pohon, agak menjauh dari motor dan knalpotnya yang bau asap. Sambil bersandar di pohon, bersyukur karena ada kesempatan buat mendinginkan betis dan paha sekalian mengatur ritme napas yang mulai keteter gara-gara jumawa pengen menyamai kecepatan motor / mobil, hehehe….

Seperti halnya kasus di gowes, kadang di jalur kehidupan kita seringkali kita menemui “lampu hijau” dan “lampu merah” kehidupan.

Contoh lampu hijau kehidupan: dapat pacar baru, dapat hadiah undian dari Bank, dapat promosi jabatan, terpilih pilkada, dapat warisan, dapat gusuran senilai 2 x harga pasaran, bisnis makanan laris manis, bisnis konveksi banjir order, bisnis sapi kurban sold out, dll.

Contoh lampu merah kehidupan: ditolak sama cewek, cowok kita selingkuh, mutasi ke daerah yang jauh dari keluarga, dimarah-marahin bos, jadi kambing hitam, bisnis seret, perusahaan bangkrut, kena PHK, dll.

Waktu dapat lampu hijau, selayaknya kita bersyukur…

Waktu dapat lampu merah, daripada kita bersungut-sungut mendingan kita pakai bersyukur dan untuk mengatur lagi ritme perjalanan hidup kita supaya tidak lupa diri dan terbawa arus kehidupan yang belum tentu mengarah kepada sesuatu yang benar dan baik adanya.

Lampu Merah Kehidupan, kesempatan bagi kita untuk Re-Thinking our LIFE…

Salam damai…