Tag

, , ,

Bogor memang penuh dengan trek bersepeda, dari mulai yang ringan keliling kota Bogor… trek cross country – all mountain – hingga downhill di Puncak (Telaga Warna dan Rindu Alam)… maupun trek yang memberi tantangan berupa kemiringan alias tanjakan semacam di sekitar Sukamantri.

Trek Sukamantri cukup terkenal di kalangan gowesers, dan Pedal (Penggemar Sepeda Lintasarta) tentunya nggak mau ketinggalan mencoba kenikmatan trek Sukamantri tersebut.

Seperti biasa, kami start di rumah saya di Jl. Sawo.

Kompak banget set up sepedanya...

Seperti biasa, sebelum start kami minum teh Wasgitel dulu buat menghangatkan perut biar gowesnya tambah joss… Minum teh Wasgitelnya, seperti biasa di pinggir kolam ini.

Ikan Nila Merah-nya "pating kemruyuk"

Sekitar jam 9 kitapun START. Agak kesiangan karena sempat tunggu-tungguan di titik kumpul. Kali ini cukup masif pesertanya, ada 12 apa 13 ya… monggo dihitung sendiri di foto.

START to TREK SUKAMANTRI

Dari Jl. Sawo, kami menyusuri jalan kampung sekitar 3 km menuju perempatan Ciapus / Jl. Nangka. Keluar dari rumah sudah langsung disuguhi jalur tanjakan. Beberapa rekan yang agak jarang latihan terpaksa agak kepayahan sedikit. Tapi dengan dorongan semangat dan sambil diledekin yang lain, jadi deh kuat semua. Apalagi dengan pemandangan Gunung Salak yang terpampang jelas di depan mata, tanjakan alus Jl. Sawo hingga Ciapus bisa dibabat dengan sempurna oleh semua tim.

Indahnya Jalan Sawo di pagi hari...

Nah, setelah perempatan Jl. Nangka Ciapus baru tantangan pertama dimulai. Nanjaknya mulai nggak alus lagi, tapi mulai bikin napas satu dua. Melewati danau Tamansari di sebelah kanan jalan, kita dipaksa menggunakan gigi kecil supaya tetap kuat gowes.

Ruas yang menantang ini sekitar 1,5 km. Lumayan buat pemanasan sebelum masuk ke tantangan berikutnya. Di sini salah satu personil dengan sangat terpaksa harus tumbang karena sudah masuk kategori berkunang-kunang plus kliyengan…

Tanjakannya + pemandangan Gunung Salak...

Tanjakan aspal ini berakhir di Warung pertigaan. Di sini bisa ambil napas, istirahat kaki, sambil supply energi pakai gorengan atau teh hangat.

Warung pertigaan, tantangan sebenarnya menanti di depan...

Nah, dari pertigaan inilah jalur aspal selesai dan berganti dengan jalur makadam. Dari beberapa kali lewat sini, jalur makadam ini paling sulit dilalui di musim hujan plus habis hujan. Batu-batunya jadi lepas dan nongol semua, plus licin. Semua energi dan momentum seketika hilang terserap oleh batu lepas itu, sehingga setiap kayuhan menjadi seperti kayuhan pertama. Mantap banget rasanya di paha dan betis…

Pit stop sambil sambung rantai...

Jalur makadam mendaki ini kurang lebih hanya 2,5 km saja. Di tengah jalan, ada rantai putus… Sambil menunggu proses penyambungan rantai, kesempatan buat yang lain ambil napas sambil (selalu) foto-foto…

Ketika jalur kering medan atau trek ini cukup nikmat untuk dilalui dengan kayuhan pelan-pelan. Sekitar 1 jam, kitapun sampai di atas setelah melalui gerbang KUJANG RAIDER yang dilanjutkan dengan KELOK DUA BELAS (kalo nggak percaya silakan hitung sendiri).

Satu hal yang saya sadari, trek Sukamantri ini memberikan pelajaran hidup yang berharga: LIHATLAH KE BAWAH, JANGAN SELALU MELIHAT KE ATAS… JALANI PELAN-PELAN YANG PENTING KONSISTEN, JANGAN NGOYO…

Udaranya sejuuuukkkk bangeeeetttt!!!!

Pemandangannya ajiiibbb bangeeeettttt!!!!

WANAWISATA SUKAMANTRI - AMAZING!!!

Terletak di ketinggian sekitar 800 meter DPL, Wanawisata Sukamantri menyajikan pemandangan yang menakjubkan. Katanya jalan menuju ke sini memang sengaja dibiarkan makadam kasar untuk menjaga supaya kawasan ini tetap minim eksploitasi manusia. Jadi kalau mau ke sini sangat disarankan untuk jalan kaki atau bersepeda. Setuju ya…

Sudah sampai di sini, semua capek rasanya hilang. Ditambah dengan telur rebus dan teh manis, mak nyuss polll….

Terakhir, narsiscus mode ON >>>

PEDAL menaklukkan Sukamantri, Pose Resmi

PEDAL menaklukkan Sukamantri: POSE SANTAI...

PEDAL menaklukkan Sukamantri, Pose BOYS BAND...

Pastinya, TREK SUKAMANTRI ini INDAH, MENANTANG, dan BIKIN KETAGIHAN…

Kalau mau tantangan yang lebih halus, bisa coba trek CURUG NANGKA.

Salam damai, salam gowes…

Iklan