Tag

, , , , , , , ,

Bunaken...

BUNAKEN!!!

Menyambung dari tulisan sebelumnya: damainya bumi Minahasa, ini lanjutannya tentang indahnya landscape alias pemandangan bumi Minahasa.

Butuh waktu perenungan agak lumayan lama sebelum saya putuskan posting tulisan ini. Ada keinginan untuk berbagi keindahan dari tempat-tempat yang saya kunjungi, tetapi khusus untuk tempat yang indah dari sisi alamnya ada terbersit sepenggal keraguan untuk sharing.

Dari pengamatan sekilas, banyak sekali tempat indah (khususnya di Indonesia) yang menjadi berkurang / hilang keindahannya karena menjadi terkenal dan didatangi banyak orang. Ambil contoh Dreamland Bali, yang sudah tidak lagi menjadi Dreamland sejak diketahui banyak orang… kayak di tulisan saya sebelumnya: Dreamland dan Padang-Padang.

Untuk itu, tidak ada salahnya saya sharing di sini untuk yang baca Wisata Jiwa ini tentang Golden Rule of Wisata Jiwa: TAKE NOTHING BUT PICTURES, LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS.

Semoga dengan golden rule tersebut, kita bisa menjaga keindahan alam kita.

.

Kembali ke indahnya bumi Minahasa, di mana ada 2 kawasan yang saya kunjungi: kawasan pantai / laut, dan kawasan gunung / danau.

Kita mulai dari atas dulu yaitu kawasan gunung / danau.

somewhere near Tondano

somewhere near Tondano

Ini bukan di Eropa ataupun Amerika, tetapi di sekitar danau Tondano. Sekitar 30 menit dari Tomohon. Sekilas kayak berasa lagi di Eropa ya…

danau Tondano

danau Tondano dari pinggir restoran ikan…

Pemandangan dari sisi meja makan sebuah restoran semi apung di pinggir danau Tondano. Apalagi habis hujan, udaranya seger banget… Kolamnya dibuat nyambung dengan danau Tondano, jadinya fresh banget. Ini karambanya:

Karamba - danau Tondano

Karamba – danau Tondano

Karambanya itu langsung nyambung dengan danau Tondano yang luas… hasilnya adalah ikan yang mendapat air segar dan sehat. Gede-gede ikannya…

Ikan di danau Tondano

Ikan di danau Tondano

Beres lihat-lihat, keliling-keliling dan makan di area Tondano – Tomohon, balik lagi turun ke Manado. Memasuki kota Manado dari atas, melewati patung yang menjadi ikon baru kota Manado – Patung / Monumen Yesus Memberkati.

Foto-foto sebentar di sini…

Patung Yesus Memberkati - Manado

Patung Yesus Memberkati – Manado

Setelah sempat istirahat semalam sebelum ke Bunaken, pagi hari buka jendela kamar hotel… terpampang pemandangan kota Manado. Kami menginap di salah satu hotel di jalan Pierre Tendean, dan dari kamar kami dapat 2 arah view: city & mountain view, sama sea view.

Ini yang city view, dengan latar belakang dataran tinggi dan gunung. Kota Manado ini dikenal sebagai kota seribu gereja, jadi banyak terlihat menara gereja di mana-mana.

Pemandangan kota Manado

Pemandangan kota Manado dari hotel

Nah ini yang sea view… terlihat samar-samar arah Bunaken di kejauhan sana.

Pemandangan laut kota Manado

Pemandangan laut kota Manado dari kamar hotel

Satu hal lagi yang membuat saya takjub adalah betapa bersihnya laut di Manado. Bahkan di laut pinggir kota persispun masih sangat jernih dan banyak berkeliaran ikan-ikan yang indah. Semoga akan tetap seperti ini sampai masa depan, tidak ada sampah dan limbah yang mengalir kedalamnya.

Ini nih tampang jernihnya laut, foto ini saya ambil persis di belakang sebuah Mal lho… Coba bandingkan dengan Ancol, kayak bumi langit deh!!!

Jernihnya laut kota Manado

Jernihnya laut kota Manado

Sabtu pagi, jadwalnya ke BUNAKEN!!!

Dengan harga sewa boat 600 ribu untuk private boat dengan kapasitas s.d. 6 orang, kami berempat meluncur dari Marina menuju Bunaken. Yang punya perahu namanya DAENG, untuk urusan laut orang Makassar emang nggak ada matinya🙂 Di luar 600 ribu itu, nanti ada biaya sewa alat snorkeling / diving di pulau Bunakennya. Sekitar 100 ribu per alat.

Jam 6:30 kami sampai di Marina, jam 7 teng kapal mulai meluncur.

Marina Manado - menuju Bunaken

Marina Manado – menuju Bunaken

Perjalanan dari Manado ke Bunaken itu sekitar 30 menit, dan sekitar 10 menit mendekati Bunaken laut sudah terlihat dangkal dan bening banget. Udah nggak sabar mau nyebur…. Sepanjang 30 menit itu kita bisa menikmati segarnya angin dan hangatnya matahari. Memang enaknya ke Bunaken itu pagi maksimal jam 7:30 dari Manado.

di atas boat menuju Bunaken

menikmati matahari dan angin di atas boat menuju Bunaken

Nyampe di Bunakennya, sewa ini dan itu… meluncur lagi ke snorkeling site.

Siap buang jangkar @ Bunaken

Siap buang jangkar @ Bunaken

Setelah buang jangkar, akhirnya moment of truth pun tiba.

BYUR!!!!! Enak banget, airnya bening, udara masih nggak panas, ikan-ikan berseliweran…

Yup, that’s me…🙂

Snorkeling @ Bunaken

Snorkeling @ Bunaken

Ketemu Patrick si bintang laut di situ… kita foto bareng dulu ya Patrick…

Ketemu Patrick di Bunaken...

Ketemu Patrick di Bunaken…

Sekitar 1,5 jam ngubek-ubek, nyemplung sana-sini, sampai ke diving site yang top banget pemandangannya. Cuman keliatan dari atas permukaan aja sih, soalnya kita nggak nyelam.

Jam 10 kami meluncur balik ke kota Manado buat persiapan ngejar pesawat jam 2 siang.

Sebelum meninggalkan Bunaken, take one last shot sebelum balik ke Jakarta. Semoga Bunaken tidak kehilangan pesonanya, dan karang-karangnya bisa tetap hidup.

last view @ Bunaken

last view @ Bunaken, sebelum kembali ke Jakarta

Kota yang indah… penduduk yang ramah… makanan yang enak… diakhiri dengan Bunaken yang mempesona…

Ingat selalu dalam setiap perjalanan wisata jiwa: TAKE NOTHING BUT PICTURES, LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS.

Teriring salam dari kota Manado, KITORANG SAMUA BASUDARA…🙂

Salam damai…