Tag

, , , , , , , , , ,

BROMO - Somewhere over the rainbow

Somewhere over the rainbow
Way up high,
There’s a land that I heard of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

………………………………………………………………………………………………………………….

Kalau penjelajahan ke Gunung Dieng saya juluki dengan Negeri Di Atas Awan, maka perjalanan kali ini menapaki jalan berdebu dan mendaki menuju Pananjakan untuk melihat Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru. Di ketinggian itu, terlihat awan dan sinar matahari di bawah. Maka dari itu Bromo saya juluki “SOMEWHERE OVER THE RAINBOW”.

.

Setelah berangkat dari Jakarta lewat Malang yang diwarnai klimaksnya kuliner tempo doeloe di Rawon Nguling dan Toko OEN maka kamipun menginap di salah satu hotel persis di tepi kaldera Bromo. Pilihannya ada Lava View, Bromo Permai, dan Cemara Indah. Malam hari setelah makan, sempat mencoba mengabadikan keindahan bintang-bintang di atas Bromo.

ribuan bintang di atas gunung Bromo

.

.

Lepas makan malam dan night shoot, bersiap menghadapi dinginnya malam. Kaos + Sweater + Jaket + Sarung Tangan, masih ditambah lagi selimut. Tidur nyenyak setelah long trip, alarm diset jam 03:00 bersiap untuk berangkat menuju Pananjakan jam 03:30 pagi.

Jam 4 pagi sudah turun dari mobil Hard Top Land Cruiser di titik Pananjakan 2, setelah sekitar 15 menit dari hotel naik mobil 4×4 offroad tersebut. Orang-orang sih nyebutnya mobil JIP / JEEP. Tapi sebagai yang agak sedikit tahu tentang merk mobil, saya merasa bersalah kalau nyebut mobil ini sebagai JEEP karena THERE’S ONLY ONE JEEP. Walaupun di setiap Toyota Land Cruiser itu tersemat sticker “BROMO JEEP CLUB”🙂

Jam 4 itu masih gelap, tapi foto ini saya ambil pas turun dari Pananjakan jadi sudah terang.

Mobil Offroad di Pananjakan Bromo

.

.

Dari drop point mobil Pananjakan, kira-kira masih perlu jalan kaki nanjak sejauh sekitar 500 meter lebih dikit. Hanya saja jangan dibayangkan 500 meter itu datar, tapi menanjak terjal, berpasir dan berdebu. Banyak juga yang pada naik kuda buat ke atasnya. Dan kira-kira 100 meter terakhir tanjakan tangga yang cukup curam.

Banyak berseliweran tukang kuda menawarkan jasa, di sisi lain menambah debu yang beterbangan membuat kami harus mendaki sambil tutup hidung. Kudanya kecil-kecil…

penunggang kuda @ Gunung Bromo

.

.

Sampai atas, masih agak gelap… ketika mulai sunrise itulah terlihat birunya langit dipadu dengan awan yang memberikan nuansa semburat jingga kemerahan. Dengan latar belakang Gunung Semeru yang agung, sungguh dahsyat sekali pemandangannya…

Sunrise view of Bromo…

Sunrise view - Pananjakan Bromo

.

.

View Sunrise @ Pananjakan Bromo

.

.

Memandang ke sisi bawah, terlihat seperti pantai dan lautan… hanya saja bedanya lautan di sini dibentuk bukan dari air tetapi dari awan. Tampak dari atas tempat kami menginap semalam di bawah sana, bagai sebuah oase di tengah lautan awan / kabut.

Lautan Kabut @ Pananjakan Bromo

.

.

Hari itu hari Minggu, menjadikannya hari yang ramai di kawasan Bromo. Obrol punya obrol dengan salah seorang pedagang Bakpao (enak banget hangatnya bakpao di tengah dinginnya Bromo), di Bromo ramainya Minggu saja. Bahkan dia nggak jualan ke Bromo kalau bukan Minggu.

Setelah agak terang, baru kelihatan kerumunan massa. Karena itu saya naik lagi lebih tinggi ke tempat yang lebih sepi untuk mendapatkan spot foto yang lebih afdol. Dari sini kelihatan kerumunan orang di bawah. Sampai pada naik di atap pondok untuk foto-foto.

Morning view @ Pananjakan Bromo

.

.

Sayang sekali pada saat itu status Bromo masih WASPADA, jadi kami hanya bisa naik hingga Pananjakan 2. Pananjakan 1 masih ditutup.

Dengan sedikit usaha naik lebih tinggi, didapatlah view yang agak bebas dari kerumunan massa untuk bisa lebih tenang dalam berinteraksi dengan alam ciptaan Tuhan melalui lensa kamera saya…

Morning view @ Pananjakan Bromo

.

.

Morning view @ Pananjakan Bromo

.

.

Kira-kira 30 menit di atas, puas mengagumi keindahan God’s masterpiece kamipun turun gunung. Kalau mendakinya capek, pas turunnya debu makin tinggi mengepul.

Di bawah sana, deretan hard top (bukan Jeep lho ya…) menanti.

deretan mobil offroad @ Pananjakan Bromo

.

.

Morning / sunrise view di Pananjakan Bromo sungguh-sungguh dahsyat, bahasa jawanya “breathtaking”. Kalau Anda ngaku orang Indonesia yang sering keluar negeri tetapi belum ke Bromo, RUGI BESAR.

Cobain deh ke sini, nggak lebih mahal daripada ke (contoh) Singapura/Malaysia yang (maaf) begitu-begitu doang… Tapi jangan lupa golden rule-nya lho ya: TAKE NOTHING BUT PICTURES, LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS.

Semoga Bromo tetap indah seperti ini…

Salam damai…