Tag

, , , , , ,

Majoor Chineezen TJONG A FIE

.

Tjong A Fie (Guangdong, 1860-Medan, 1921) adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang berasal dari Tiongkok dan sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Sumatera, Indonesia.[1][2][3] Tjong A Fie membangun bisnis besar yang memiliki lebih dari 10.000 orang karyawan.[1][3] Karena kesuksesannya tersebut, Tjong A Fie dekat dengan para kaum terpandang di Medan, di antaranya Sultan Deli, Makmun Al Rasjid serta pejabat-pejabat kolonial Belanda.[1][2][3] Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat sebagai “Kapitan Tionghoa” (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan kakaknya, Tjong Yong Hian.[1][3] Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat dihormati dan disegani, karena ia menguasai bidang ekonomi dan politik.[4] Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank dan perusahaan kereta api.[4]

Selengkapnya tentang Tjong A Fie bisa you orang cek langsung ke Wikipedia saja: http://id.wikipedia.org/wiki/Tjong_A_Fie.

Seorang yang memegang peranan besar dalam membentuk kota Medan, dengan menjaga harmonisasi hubungan kepada pemerintah Hindia Belanda – Kesultanan Deli – karyawan & masyarakat Medan – hingga kekaisaran China.

Saya cuma bisa menikmati keindahan rumahnya, sambil membayangkan apa yang terjadi di situ sekitar 1 abad yang lalu.

Rumahnya sendiri terletak di tengah-tengah Kesawan, Medan old town – semacam Braga-nya Bandung. Dibuka sebagai museum, mantan mansion house seluas 8.000 meter persegi ini juga masih dihuni oleh beberapa keluarga dari cucu Tjong A Fie di bagian belakang rumahnya.

Jam buka museum: 09:00 – 17:00.

HTM (Maret 2013): 35.000 – nanti dipandu oleh guide situ.

Ini sekelumit yang terekam di kamera saya…

.

Silsilah keluarga Tjong A Fie

.

Mendatangkan pekerja dari negeri China

.

dari halaman tengah - lantai bawah nuansa Melayu & Tiongkok, lantai atas nuansa ballroom dance Eropa

.

Tangga menuju lantai atas, sudut indah rumah Tjong A Fie

.

Kamar tidur Tjong A Fie, dengan ukiran jati dari YunaniKamar tidur Tjong A Fie, dengan ukiran jati dari Yunani 1 set (2 lemari + 1 bed)

.

Ruangan yang didedikasikan untuk Sultan Deli - di sini mereka sering berbincang-bincang

.

DILARANG MASUK - bagian belakang rumah Tjong A Fie yang masih ditinggali keluarganya

.

puncak kejayaan Tjong A Fie - mendapat gelar kehormatan dari kaisar China dan gelar Majoor dari pemerintah Hindia Belanda

.

Foto keluarga pada ulang tahun ke 60, tahun terakhir sebelum meninggal di usia 61

.

Prosesi pemakaman Tjong A Fie - ribuan orang di Medan mengantarkan kepergiannya

.

Surat Wasiat Tjong A Fie

.

Rumah Tjong A Fie / Tjong A Fie Mansion House - tampak depan

.

Tjong A Fie Mansion House Ticket - it's worth every penny

.

Sebuah warisan yang sungguh indah, dengan cerita-cerita didalamnya yang mempesona.

Salam damai…