Tag

, , , , , , , , , , , ,

Himalaya 03

Memandang barisan Himalaya…

Memandang sisi kanan jendela pesawat terbentanglah Himalaya, barisan pegunungan yang sering disebut ATAP DUNIA. Menjulang hingga hampir mencapai 9.000 meter dpl., hampir sama tingginya dengan pesawat yang kami tumpangi dari bandara Suvarnabhumi Bangkok menuju bandara Tribuvana di Kathmandu. Luar biasa…

IMG_9160

Himalaya dari balik jendela Thai Airways Bangkok – Kathmandu

Sengaja kami pilih bangku jendela sebelah kanan ketika check in untuk ruas perjalanan Bangkok – Kathmandu, supaya bisa melihat Himalaya dari pesawat.

Karena baru pertama kalinya, jujur agak merinding juga ketika akhirnya bisa (dan bakal lebih jauh) memandang atap dunia secara langsung. Sebuah “privilege” yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Tanpa sumber daya yang besar, negeri miskin ini diberikan tantangan kontur bumi yang sungguh sulit untuk diolah. Begitu banyak gunung dan bukit yang curam…

.

Himalaya 01

Antara Kathmandu – Pokhara

Sampai di Kathmandu, penerbangan dilanjutkan menuju Pokhara setelah melalui proses imigrasi dan pindah bandara dengan jalan kaki. Ya jalan kaki… Terminal internasional dan lokal di bandara Tribuvhana ini terpisahkan sekitar 200 meter dan kami berjalan menenteng tas berat di jalan yang berdebu.

Menggunakan pesawat baling-baling Yeti Airlines/Buddha Airlines, penerbangan Kathmandu – Pokhara semakin memanjakan kami dengan pemandangan sang atap dunia. Kembali kami bergegas ke pesawat untuk ambil kursi jendela kanan. FYI: Yeti Airlines tidak mengenal seat booking, jadi kayak Metro Mini aja duduk dulu-duluan. Bedanya nggak ada yang berdiri🙂

.

IMG_9190

Close up salah satu puncak Himalaya dari Yeti Airline

Pokhara 03

Baggage Man – Pokhara airport Nepal

Sampai di Pokhara, ambil bagasinya benar-benar langsung ambil dari bagasi… Ya, jadi kita langsung datangi orang yang sedang menurunkan tas dari perut pesawat, dan langsung ditransfer di situ.

10 menit perjalanan ke hotel (Sarangkot itu kota kecil), sampailah kami di kamar dengan pemandangan seperti ini…

What a view…

What a spectacular view…

Thank God…

Matur nuwun Gusti…

Pokhara 07

You can see Himalaya from your bed!!!

Dari kamar kami menginap, pemandangan dari jendela langsung menghadap ke arah jajaran Annapurna yang menjulang megah. Dingin udara di November cukup terasa di kulit.

.

Pokhara 08

Salju Annapurna keemasan di sore hari

Menjelang senja, suguhan salju di puncak Annapurna berwarna keemasan dengan sangat indah terpampang di depan mata.

IMG_9227

Golden sunset @Annapurna range – Himalaya

.

 Pagi harinya jam 5:30 pagi meluncur menggunakan taxi ke bukit Sarangkot untuk lebih jelas melihat sunrise ke arah Annapurna Himalaya Range.Karena Nepal ada di belahan bumi utara, maka pada bulan November siang hari di sana lebih singkat. Matahari terbit sekitar 06:30 dan tenggelam sekitar 17:30. Jadi untuk menyaksikan sunrise kita nggak perlu terburu-buru di pagi buta seperti di Indonesia.

Sebenarnya ingin lebih jauh menapaki Annapurna dengan trekking, tetapi perlu minimal 1 minggu di sana jadi ya mungkin pada perjumpaan selanjutnya baru bisa menapakkan kaki di sana. Untuk saat ini, saling memandang saja dulu…

Jalan menuju Sarangkot lumayan horor… Nanjak, kadang jalan makadam berbatu, berempat di dalam mobil Maruti Suzuki <1000 cc. Bandel juga ini mobil kecil…

Sampai di Sarangkot kita harus jalan kaki nanjak lagi sekitar 200 meter.

Himalaya 31

Nanjak sekitar 200 meter menuju view point – Sarangkot

.

Himalaya 13

Sinar matahari pagi menyapa puncak Annapurna…

.

Himalaya 14

Nggak pernah mimpi bisa lihat keindahan ini…

.

Himalaya 06

Machapuchare / Fishtail peak – Annapurna Himalaya Range

.

Terima kasih Himalaya… terima kasih Annapurna… telah mengijinkanku menyapamu walau hanya sekejap.

Matur nuwun Gusti…

Salam damai.

Nepal series:

Nepal part I – Renungan di antara reruntuhan

Nepal part II – faces of Nepal

Nepal part IV – Keindahan di antara puing